Larangan Muslimah Berjilbab
“Mereka mengatakan jika siswa Muslimah Berjilbab ingin belajar di sekolah ini, mereka tidak bisa memakai jilbab. Meskipun para siswa telah mengenakan jilbab sedari awal, “kata Sophee Worasawasdi, guru sekolah Islam, Ban Jiaradab Islamic School yang berlokasi tak jauh dari Wat Nong Chok High School seperti dikutip Channelnewsasia.com. Ironisnya, sekolah tersebut berada di kawasan berpenduduk Muslim, sehingga larangan Muslimah Berjilbab segera memicu protes umat Islam di kawasan tersebut.
Belum lagi Muslim Kosovo atapun muslim USA yang berjuang untuk bisa mendirikan masjid dan beribadah dengan tenang. Mereka yang berbondong bondong menyerukan liberal atau pluralisme masihkah akan berteriak kalau kampanye yang digulirkan barat ibarat orang berjualan tanpa mau kotor tangan nya ?. Tanpa disadari kalau tidak waspada maka umat Islam sendiri yang akan tergelincir dan menjadi korban disuruh berjualan kampanye ini.
Menurut Ustads Akmal Sjafril, Di antara hal yang banyak menyita waktu dan pikiran adalah gencarnya penyebaran pemikiran liberal di tubuh umat. Umat Islam dibuat bingung dengan pemikiran-pemikiran nyeleneh mereka. Tak jarang, mereka yang mengusung paham kebebasan berpikir dan berpendapat ini sampai pada perilaku “melabrak” ayat-ayat al-Qur’an, hadits, juga ijma’ atau kesepakatan ulama. Misalnya, pendapat bahwa Nabi Muhammad tidak ma’shum, sehingga bisa saja berbuat salah dalam menyampaikan wahyu dari Allah. Juga bahwa pelaksanaan ibadah haji tidak harus pada bulan-bulan yang ditentukan, dan sebagainya. Belum lagi pembelaan mereka terhadap aliran-aliran sesat seperti Ahmadiyah, Lia Eden dan lainnya, dengan alasan kebebasan keyakinan dan berpendapat.
Sebagian kalangan menganggap bahwa pemikiran Islam Liberal adalah sesuatu yang ilmiah dan intelek, sehingga mereka merasa kurang pede untuk membantahnya. Ternyata anggapan itu tidak benar. Setidaknya, itulah yang menjadi kesimpulan seorang pemikir muda Islam, Akmal Sjafril. Menurutnya, pemahaman kalangan Islam Liberal sesungguhnya tidak logis dan juga sangat lemah (sumber)
Sesungguhnya seorang wanita muslimah akan menemukan dalam hukum Islam perhatian yang sangat tinggi terhadap dirinya, agar dapat menjaga kesuciannya, menjadi wanita mulia dan memiliki kedudukan yang tinggi. Dan syarat-syarat yang diwajibkan pada pakaian dan perhiasannya tidak lain adalah untuk mencegah kerusakan yang timbul akibat tabarruj (berhias diri). Inipun bukan untuk mengekang kebebasannya akan tetapi sebagai pelindung baginya agar tidak tergelincir pada lumpur kehinaan atau menjadi sorotan mata. Muslimah Berjilbab selalu akan berusaha menjadi seorang muslim yang kaffah.
Tags: Islam Liberal, Muslimah, Muslimah Berjilbab, Muslimah Kaffah



3 Comments to “Larangan Muslimah Berjilbab”