Latest Writings

Galau Merajalela

sumber

Galau atau gelisah adalah penyakit yang dapat membunuh secara perlahan-lahan. Galau yang berlebih juga bisa dikategorikan sejenis penyakit biologikal juga psykologikal yang diderita seseorang. Hal ini akan mempengaruhi pemikiran (mental), anggota badan (fisik) dan perasaan (rohani) bagi mereka yang sedang dihinggapi galau. Penyakit galau ini tidak pernah memilih kepada siapa dia, bisa orang itu kaya atau miskin, anak-anak ataupun orang dewasa, orang bodoh ataupun cendikiawan. Penyakit galau bisa datang kepada siapa saja tanpa memilih usia, tempat dan juga derajat.

Gelisah, murung dan galau merupakan asam garam dalam kehidupan mereka yang bergelar insan, yang artinya setiap manusia tidak akan terlepas daripada penyakit ini. Hal tersebut disebabkan karena gelisah merupakan sifat asal  manusia yang kadangkala menjurus kepada hal hal yang lebih dalam lagi seperti depresi, paranoid bahkan menimbulkan malapetaka seperti bunuh diri. Seandainya dapat mengendalikan diri dari galau dan mampu melewati berbagai tekanan hidup, Insya Allah penyakit seperti ini tidak akan melampaui batas.

Banyak cara mengatasi galau yang tentu saja berbeda beda satu dengan yang lainnya.  Salah satu yang diajarkan dalam Al-Quran adalah Allahumma innii as’aluka nafsan muth-ma-‘innatan, yu’minu biliqaa’ika, wa tardha bi qadhaa-‘ika, wa taqna-‘u bi’athaa’ik yang artinya : Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepadaMu jiwa yang tenang, beriman bertemu denganMu, ridha terhadap segala ketentuanMu dan menerima sepenuhnya pemberianMu

Posted on 31 March '11 by ajeng, under Info Muslimah. 5 Comments.

Fadhilat Lailatul Qadar

Satu keagungan, keistimewaan dan kemuliaan Ramadan ialah satu malam penuh berkat yang lebih baik daripada seribu bulan. Malam yang hanya muncul pada 10 hari terakhir Ramadan itu lebih dikenali sebagai Lailatul Qadar. Rasulullah (SAW) sendiri memohon kepada Allah agar malam bersejarah yang penuh hikmah itu menemuinya.

Dalam hal ini, Rasulullah (SAW) pernah bersabda bermaksud : “Sesungguhnya bulan ini (Ramadhan) datang kepada kamu, dalamnya ada malam di mana amalan ibadat yang dilakukan pada malam itu lebih baik dan lebih besar ganjarannya daripada amalan selama seribu bulan. Sesiapa yang kehilangan malam itu, sesungguhnya dia kehilangan semua kebaikan. Dan tidak akan kehilangan semua perkara itu, kecuali orang yang diharamkan (tidak mendapat petunjuk) daripada Allah. ” (Hadis riwayat Ibnu Majah)

Dalam satu hadis lain, Rasulullah (SAW) bersabda maksudnya: Sesiapa yang beribadah pada Lailatul Qadar dengan penuh keimanan dan pengharapan kepada keredaan Ilahi, niscaya dia akan diampuni segala dosanya yang lampau.  (Hadis riwayat Muslim )

Keistimewaan Lailatul Qadar diserikan lagi penurunan wahyu al-Quran untuk pertama kalinya kepada Rasulullah sewaktu baginda berada di Gua Hira. Selepas itu al-Quran mula diturunkan secara berperingkat peringkat dan beransur-ansur selama lebih kurang 23 tahun iaitu 13 tahun di Makkah dan 10 tahun lagi di Madinah al-Munawwarah. Peristiwa bersejarah penurunan al-Quran diabadikan Allah dalam helaian al-Quran.

Antaranya firman Allah bermaksud: “Sesungguhnya Kami menurunkan (al-Quran) ini pada Lailatul Qadar. Dan apa jalannya kamu dapat mengetahui apa dia kebesaran Lailatul Qadar. Lailatul Qadar itu lebih baik daripada seribu bulan. Pada malam itu, turun malaikat dan Jibril dengan izin Tuhan mereka kerana membawa segala perkara (yang ditakdirkan berlakunya pada tahun berikut). Sejahteralah malam (yang berkat itu) hingga terbit fajar.”

(Surah al-Qadr, ayat 1-5). Jelas daripada mafhum ayat suci di atas bahawa Lailatul Qadar akan muncul pada setiap Ramadhan sebagai anugerah Illahi dan rahmat Allah yang hanya dikhususkan kepada umat Nabi Muhammad saw. Malam yang penuh bersejarah itu dinilai sebagai malam yang lebih baik dan lebih banyak ganjarannya daripada seribu bulan. Ulama bersepakat bahawa Lailatul Qadar berlaku pada Ramadan.

Begitu juga mereka bersepakat malam itu berlaku pada 10 malam terakhir Ramadhan. Namun mereka berselisih pendapat mengenai malam ke berapa daripada 10 malam terakhir itu. Pendapat yang masyhur menyatakan bahawa Lailatul Qadar berlaku pada malam ke-27 Ramadhan. Sehubungan itu, Rasulullah pernah bersabda yang maksudnya: “Barang siapa yang ingin mendapatkan Lailatul Qadar, dia hendaklah mencari pada malam ke-27 ” (Hadis riwayat Ahmad)

Ada juga riwayat lain yang mengatakan malam mulia itu berlaku pada malam-malam ganjil 10 hari terakhir. Walau apapun harinya, yang pentingnya pada malam itu Allah menurunkan rahmat, limpahan kurnia dan keampunan-Nya kepada hamba-Nya yang melaksanakan ibadat puasa dengan penuh keimanan. Kelebihan Lailatul Qadar tentu tidak akan dianugerahkan kepada sebarangan orang dan tidak pula diberikan kepada orang yang ibadahnya hanya pada malam tertentu saja dalam Ramadhan. Akan tetapi fadilat malam mulia itu akan menyinari orang yang benar-benar ikhlas, khusyuk dan istiqamah dalam mempertahankan nilai keIslaman dalam setiap tutur kata, peri laku, akhlak, ibadat dan kegiatan sehariannya.

Hadirnya malam penuh berkat itu akan dinantikan dan disambut dengan penuh keyakinan dan keimanannya, sekali gus melayakkan dirinya termasuk dalam kelompok orang yang dilimpahi kenikmatan syurga dan kebahagiaan abadi.

Menurut sejarah Islam, Lailatul Qadar pertama kali menemui Rasulullah (SAW) ketika baginda sedang khusyuk menyendiri di Gua Hira, bermuhasabah dan merenung diri sendiri dan masyarakat sekeliling. Tidak berapa lama kemudiannya, datang al-Ruh al-Amin iaitu malaikat Jibril membawa bersama wahyu Illahi untuk membimbing baginda sehingga berlakulah perubahan secara menyeluruh dalam setiap detik dan perjalanan hidupnya.  Dia juga membawa perubahan kepada detik dan perjalanan hidup umat manusia sejagat.  Selanjutnya, Lailatul Qadar adalah satu kurniaan Illahi yang dianugerahkan oleh Allah kepada Rasulullah (SAW) dan umatnya sebagai tanda kasih sayang-Nya

Posted on 30 September '10 by ajeng, under Fiqih Muslimah. No Comments.

Komunitas MataSinema

Bagi seorang Blogger mengenal atau memasuki sebuah Komunitas Blogger bukanlah hal yang antik atau aneh. Karena Komunitas blogger membangun sebuah ikatan dari para blogger berdasarkan kesamaan-kesamaan tertentu, seperti kesamaan asal daerah, kesamaan kampus, kesamaan hobi dan lain sebagainya. Untuk bisa lebih saling mengenal atau mengakrabkan satu sama lain para blogger yang tergabung dalam komunitas-komunitas blogger tersebut biasanya sering mengadakan kegiatan-kegiatan bersama-sama seperti kopi darat atau kopdar atau ketemuan di dunia nyata. Komunitas menjadi amat menarik karena dibentuk dari satu kesamaan hobby sehingga memudahkan kelompok ini untuk bisa solid.

Ternyata bukan hanya kesamaan hobby ngeblog saja ada sebuah komunitas yang menarik karena didasarkan pada suaru hobby yaitu menonton film. Pada tanggal 13 Desember 2009, telah lahir sebuah komunitas pemerhati sinema Indonesia yang bernama MataSinema yang bertujuan melengkapi warna pelangi komunitas persinemaan di tanah air. Komunitas ini memiliki fokus mendukung lahirnya film-film Islami dan pembangun jiwa. Tidak hanya itu komunitas yang mendedikasikan diri sebagai Cinema Watch di tanah air ini ini pun memiliki misi untuk melindungi masyarakat dari serbuan film-film yang merusak moral masyarakat, khususnya gerenasi muda.

Siapa orang dibalik Komunitas MataSinema ternyata tak lain tak bukan adalah sahabat saya sendiri yaitu Iman Sulaiman. Orang yang selalu terbuka untuk mau menolong siapa saja bahkan dalam persoalan apa saja dari urusan modem, urusan HP apalagi urusan film. Jadi sebelum nonton film cukuplah membaca resensi dari blog Iman Sulaiman sehingga kita bisa memilih film apa yang akan kita tonton karena Iman Sulaiman selalu maunya nonton primier show. I am glad to have you as my best friend. That’s what friends are for . . For good times and bad times. Indahnya sahabat bukan hadir dikala kita tertawa atau bersenang senang justru dia hadir manakala kita dalam kesedihan ketika kita tertimpa musibah dia akan menggandeng tangan kita. Again thanks to you Iman Sulaiman

And I never thought I’d feel this way
And as far as I’m concerned
I’m glad I got the chance to say
That I do believe I love you

And if I should ever go away
Well, then close your eyes and try to feel
The way we do today
And then if you can remember

Keep smilin’, keep shinin’
Knowin’ you can always count on me, for sure
That’s what friends are for
For good times and bad times
I’ll be on your side forever more
That’s what friends are for

Well, you came and opened me
And now there’s so much more I see
And so by the way I thank you


Posted on 28 September '10 by ajeng, under Tulisan. 22 Comments.

Kereta Jihad

Lately I’ve been trying
To fill up my days since you’re gone.
The speed of love is blinding,
And I didn’t know how to hold on.
My mind won’t clear. I’m out of tears.
My heart’s got no room left inside.

How many dreams will end?
How long can I pretend?
How many times will love pass me by,
Until I find you again?

Will the arms of hope surround me?
Will time be a fairweather friend?
Should I call out to angels,
Or just drink myself sober again?
I can’t hide, it’s true. I still burn for you.
Your memory just won’t let me go.

Allah menceritakan sosok hamba teladan kepada kita. Mereka itulah yang dikenal dengan nama ibadur-rahman. Allah menyebutkan ciri-ciri mereka dengan rinci di dalam al-Qur’an antara lain dalam firmanNya sebagai berikut :

Allah ta’ala berfirman,

وَعِبَادُ الرَّحْمَنِ الَّذِينَ يَمْشُونَ عَلَى الأرْضِ هَوْنًا وَإِذَا خَاطَبَهُمُ الْجَاهِلُونَ قَالُوا سَلامًا

“Dan hamba-hamba Tuhan yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata (yang mengandung) keselamatan.”

وَالَّذِينَ يَبِيتُونَ لِرَبِّهِمْ سُجَّدًا وَقِيَامًا

“Dan orang yang melalui malam hari dengan bersujud dan berdiri untuk Tuhan mereka (maksudnya orang-orang yang shalat tahajud di malam hari semata-mata Karena Allah).”

Mereka adalah orang-orang yang meniti kehidupan ini dengan senantiasa tawadhu’ terhadap Allah dan kepada sesama makhluk. Mereka bersikap tenang dan berwibawa. Mereka senantiasa rendah hati kepada Allah dan santun kepada hamba-hamba-Nya. Apabila orang-orang pandir melontarkan buah kejahilannya kepada mereka, tidaklah membuat mereka membalas kebodohan dengan kebodohan atau perbuatan dosa. Sikap inilah yang membuat mereka semakin terpuji, yaitu lemah lembut dan santun. Mereka membalas kejelekan dengan perbuatan ihsan dan kebaikan. Bahkan mereka mau memaafkan orang yang pandir atas kejahilannya. Ini menunjukkan ketabahan hati mereka yang mengagumkan sehingga dapat mengangkat mereka hingga bisa mencapai kemuliaan akhlak seperti ini.

Mereka adalah orang-orang yang banyak mengerjakan shalat malam dan ikhlas dalam mengerjakannya demi Tuhan mereka serta senantiasa tunduk merendahkan diri kepada-Nya. Sebagaimana yang difirmankan oleh Allah ta’ala di dalam ayat yang lain, “Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya (maksudnya mereka tidak tidur di waktu biasanya orang tidur untuk mengerjakan shalat malam) dan mereka selalu berdoa kepada Rabbnya dengan penuh rasa takut dan harap, serta mereka menafkahkan apa-apa rezki yang Kami berikan. Tak seorangpun mengetahui berbagai nikmat yang menanti, yang indah dipandang sebagai balasan bagi mereka, atas apa yang mereka kerjakan.” (QS. As-Sajdah: 16).

Akhee Allah pernah memberikan padaku seorang yang selalu menjadi teladan dalam hidupku meski itu tak lama namun aku yakin suatu saat kelak  Engkau akan mempertemukan kembali : Rel kereta api itu memang tidak akan pernah bertemu pada satu titik sehingga tidak akan pernah ada yang mampu menghentikan laju kereta jihadmu

related post :
Selamat Jalan Shuhada 1
Selamat Jalan Shuhada 2

Posted on 24 September '10 by ajeng, under Diary. 22 Comments.

Muhasabah Ramadhan

Perlahan namun pasti Ramadhan bergulir meninggalkanku
Ya Ramadhan kenapa kau begitu cepat berlalu ?
Belum cukup waktuku bermesraan denganmu
Belum cukup hariku melepaskan rindu denganmu
Jangan janganlah engkau berlalu ya Ramadhan

Ya Rabb
Masihkah kau pertemukan aku dengan RamadhanMu
Masihkah kau beri kesempatan aku bersimpuh memohon ampunanMu
Masih cukupkah linangan airmata bermunajat meninggikan asmaMu
Sedangkan tangan dan kaki berlumuran dosa Ya Rabb

Lintasan Hati dan pikiran belum bersih
Tatkala menebar kebaikan aku masih riya
Tatkala duduk diantara majelis taklim aku masih merasa paling bersih
Tatkala tangan ini memberikan sedekah masih terbersit ujub
Tatkalau berbuat sedikit ‘kelebihan’ masih merasa yang paling hebat
Tatkala bisa sedikit shalat tepat waktu masih merasa yang paling sholeh
Tatkala melantunkan ayat ayatMu masih merasa berbuat yang hebat
Tatkala berbuat sedikit kelebihan hati ini masih sombong
Tatkala melihat orang lain didzalimi hati ini masih menyalahkan
Tatkala aib orang lain dibuka aku masih senang menertawakannya

Bahkan
Tatkala meninggalkan perintahkaMu aku masih tak juga merasa bersalah
Tatkala melanggar laranganMu aku juga tak merasa berbuat salah
Lantas apa yang akan kudapat ya Rabb
Kalau semua amalan didunia semua impas
Lantas apa yang akan dihitung di hari akhir nanti
Kalau tidak ada sebiji zahrapun yang tersisa

Ya Rabb
Bukakan pintu taubatMu
Jangan tutup hati ini menjadi hati yang membatu
Ulurkan maghfirohMu dihari penghitunganMu
Ketika amalan amalan itu tidak lagi mampu menebus dosaku

Posted on 21 September '10 by Muslimah, under Tulisan. 15 Comments.