Partai Keadilan Sejahtera

Tak bisa dipungkiri bahwa lingkungan itu salah satu pembentuk kita yang paling berpengaruh, begitu juga bagaimana orientasi Partai seseorang sangatlah dipengaruhi oleh hal itu. Remaja masjid ARH UI Salemba adalah salah satu basis Partai Keadilan yang didirikan pada tanggal 20 Juli 1998 dan dideklarasikan di Lapangan Masjid Al-Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta dengan Presiden terpilih adalah Nurmahmudi Isma’il. Akibat UU Pemilu Nomor 3 Tahun 1999 akibat batasan (electoral threshold), maka PK harus merubah namanya Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Sehari kemudian, PK bergabung dengan Partai Keadilan Sejahtera dan dengan penggabungan ini, seluruh hak milik PK menjadi milik Partai Keadilan Sejahtera termasuk anggota dewan dan para kadernya. Dengan penggabungan ini maka PK (Partai Keadilan) resmi berubah nama menjadi PKS (Partai Keadilan Sejahtera).

Kenapa memilih sebuah Partai Keadilan Sejahtera tentu saja karena sebagai muslimah niat dakwah adalah tanggungjawab utama. Masih tersirat ghirohnya saat itu dari teman teman kader yang menginginkan kemurnian tetap ada di Partai Keadilan Sejahtera, yakni KAFILAH DAKWAH, sedangkan sifat sebagai  kafilah politik adalah sekunder. Belum lagi teladan Ustads Rahmat Abdulllah semoga dimuliakan Allah pernah mengatakan kepada Ustads Hilmi bahwa beliau tidak betah di parlemen dan lebih memilih dakwah di kalangan masyarakat secara langsung. Jadi yang perlu diingat Partai hanyalah kendaraan dakwah yang suatu saat partai tidak lagi nyaman/menguntungkan dakwah maka bisa bahkan wajib ditinggalkan.

Dimensi Dakwah adalah amar maruf nahi munkar dengan tazkiyatun nafs menyampaikan ilmu dan mendapatkan ilmu tidak hanya dari Halaqah dengan liqo-liqo akan tetapi kita bisa mengambil ilmu dari manapun, dan menghadiri kajian apapun dan dimanapun, yang terpenting ilmu itu luas. Partai Keadilan Sejahtera yang berakar dari liqo dari gerakan remaja masjid masih kadangkala gagap bahwa lautan yang dilaluinya beriak besar tidak seperti manakala di dalam masjid. Di sini, di perahu ini, ketika badai menghantam dari kiri dan kanan, depan dan belakang, teringat perktaan para shahabat dalam sebuah peperangan, tatkala musuh dari luar datang menyerang dan orang dekat menelikung dari belakang,

‘Inilah yang dijanjikan Allah dan Rasul-Nya’ (QS. Al-Ahzab: 22) Ibnu Katsir menjelaskan, “Maksudnya, inilah janji Allah dan Rasul-Nya berupa ujian dan cobaan, pertanda kian dekatnya kemenangan. Mungkin ada baiknya kita menamatkan dulu Tazkiyatun Nafs sebelum menghakimi para orang-orang berilmu dan tabayyun mungkin itulah perbedaan kita dengan orang yang berilmu sememtara kita yang masih suka bermukhtalifun (berselisih).

 

Posted on 9 April '11 by ajeng, under Info Muslimah.

3 Comments to “Partai Keadilan Sejahtera”

#1 Posted by RBBC (10.04.11 at 16:37 )

Udah lama pensiun dari PKS
RBBC recently posted..Belajar Matematika Logis dengan Cara Mencuci PiringMy ComLuv Profile

#2 Posted by budiono (10.04.11 at 17:19 )

xixi.. kasihan, citranya dicoreng kadernya sendiri yang mbokep pas sidang :) )

#3 Posted by jarwadi (11.04.11 at 00:53 )

saya ingat pada sebelum pemilu 2004, di kabupaten dimana saya tinggal, teori PKS mengatakan seseorang yang akan dicalonkan sbg anggota DPR/DPRD harus hapal faseh al qur’an( atau juz amma), kalau tidak salah teorinya seperti itu, tapi prakteknya beda, barangkali alasanya karena pada waktu itu belum ada kader dengan kualifikasi spt itu, tahun 2009 kok orang itu dicalonkan lagi, apakah waktu 5 tahun tidak cukup hanya untuk melatih orang hapal juz amma atau al qur’an

rasanya kok jadi agak gimana gitu karena 3 pemilu nyoblos PK/PKS hehehe

mungkin mba ajeng bisa ngasih pencerahan ke saya?

salam
jarwadi recently posted..Jauhkan Anak – Anak dari Topeng Monyet!My ComLuv Profile








*

CommentLuv Enabled