5 HAL PENTING SEPUTAR ILMU AKIDAH

5 HAL PENTING SEPUTAR ILMU AKIDAH

Sesungguhnya agama islam adalah akidah dan syariah. Adapun yang dimaksud dengan akidah adalah perkara yang dibenarkan oleh jiwa, yang dengannya hati menjadi tentram serta menjadi keyakinan bagi pemeluknya yang tidak ada keraguan dan kebimbangan di dalamnya.

Dan syariat adalah tugas-tugas amalan yang di perintahkan dalam islam, seperti shalat, zakat, puasa, berbakti kepada orang tua dan selainnya.

Berikut ini 5 hal penting untuk diketahui seputar ilmu akidah:

Pertama: Pengertian Akidah.

Akidah secara bahasa adalah berasal dari kata al-‘aqdu yang berarti ikatan.

Sedangkan menurut istilah akidah adalah keyakinan yang pasti, yang tidak ada keraguan padanya.

Kedua: Pentingnya Akidah

Diantara yang menunjukkan pentingnya ilmu akidah,

1. Kebutuhan kita terhadap akidah adalah diatas segala kebutuhan, kepentingan kita terhadap akidah diatas segala kepentingan.

2. Akidah islamiyah adalah kewajiban yang paling besar dan yang paling ditekankan. Karena hal tersebut yang pertama kali diwajibkan kepada manusia.

3. Akidah islamiyah dasar diterima tidaknya amalan seseorang.

Allah Ta’aala berfirman,

فَمَنْ كَانَ يَرْجُو لِقَاءَ رَبِّهِ فَلْيَعْمَلْ عَمَلًا صَالِحًا وَلَا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَدًا

“Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Rabbnya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadah kepada Rabbnya.”
(Al Kahfi:110)

4. Akidah islamiyah adalah satu-satunya akidah yang bisa mewujudkan keamanan dan kedamaian, kebahagiaan dan ketentraman.

Allah Ta’aala berfirman,

بَلَىٰ مَنْ أَسْلَمَ وَجْهَهُ لِلَّـهِ وَهُوَ مُحْسِنٌ فَلَهُ أَجْرُهُ عِندَ رَبِّهِ وَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

“(Tidak demikian) bahkan barangsiapa yang menyerahkan diri kepada Allah, sedang ia berbuat kebajikan, maka baginya pahala pada sisi Rabbnya dan tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.”
(Al Baqarah:112)

Dalam ayat lain, Allah Ta’aala berfirman,

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَىٰٓ ءَامَنُوا۟ وَاتَّقَوْا۟ لَفَتَحْنَا عَلَيْهِم بَرَكٰتٍ مِّنَ السَّمَآءِ وَالْأَرْضِ

“Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi….”
(Al A’raf:96)

Ketiga: Sumber Akidah

Landasan ilmu akidah adalah Al Qur’an dan As Sunnah. Artinya ilmu akidah di ambil dari al Qur’an dan As-Sunnah.

Keempat: Buah Mempelajari Akidah.

Mendapatkan kebahagian di kehidupan di dunia dan kelak di akhirat. Karena tidak ada kebahagian kecuali dengan mengilmui akidah islamiyah dan mengimaninya.

Kelima: Hukum Mempelajarinya.

Wajib mempelajari ilmu akidah, belajar pokok-pokok keimanan secara global. Bahkan kewajiban ini sebesar-besar kewajiban dan yang pertama kali.
(yukbelajarislam.com)

Sumber bacaan:

1. Lum’atul I’tiqad, Syaikh Ibnu Utsaimin.
2. Aqidah Tauhid, Syaikh Shalih al Fauzan.
3. Syarh Aqidah Al Wasthiyah, Syaikh Khalil Haraas, Ta’liq, Syaikh Yasin Al Adani.
4. Dll