KITA PERLU MENANGIS

KITA PERLU MENANGIS

“Saudaraku, seandainya jiwa ini berpikir pada apa yang ada di depannya (akhirat) dan mengingat hisab yang bisa jadi menguntungkan atau merugikannya.

Niscaya kesedihan akan mengirimkan air mata kepadanya.

Tidakkah pantas dirinya menangis !?

Betapa lama dia bermaksiat, dia habiskan siangnya dalam maksiat.

Betapa lama kerugiannya, dia habiskan malamnya dalam dosa.

Ringan timbangan amalnya…

Padahal, di depannya ADA KEMATIAN YANG PEDIH disertai AZAB berbagai macamnya. “

[Ibnul Jauzi Rahimahullah dalam Mawa’izh Ibnil Jauzi]

dikutip dari:
Majalah TASHFIYAH VOL. 59
1437 H / 2016 M hal 108
(akhwat.net)