SAAT PERKARA SULIT MENGHIMPIT, INI DOANYA..

SAAT PERKARA SULIT MENGHIMPIT, INI DOANYA..

Saudariku, kehidupan yang fana ini harus kita lalui dengan penuh kesabaran.

Tidak ada seorang manusia pun kecuali pasti diuji dengan kebaikan dan kejelekan.

Ujian itu diturunkan Allah subhanahu wa ta’ala untuk hikmah yang sangat besar, yaitu agar terpisahkan antara hamba yang beriman dan hamba yang kufur.

Setiap langkah yang kita ayunkan dalam kehidupan di dunia ini tidak lepas dari hal-hal yang kita anggap sulit.

Tentu hal itu menjadi beban yang sangat berat bagi siapa yang tidak mendapatkan bimbingan dari al-Qur’an dan as-Sunnah, tetapi ringan bagi siapa yang berjalan di atas bimbingan syariat Allah subhanahu wa ta’ala.

Betapa banyak manusia yang kehidupannya menjadi rusak disebabkan satu dari sekian kesulitan yang dia hadapi. Karena kesalahannya dalam bersikap, dia harus membayar mahal dengan hancurnya kehidupan dunianya yang bisa menyeretnya ke dalam pelanggaran-pelanggaran syariat.

Oleh karena itu, betapa bahagianya seorang hamba yang berpegang teguh pada syariat Allah subhanahu wa ta’ala. Seluruh problem dan kesulitan yang ada di hadapannya dia selesaikan dengan bijak.

Saudariku, pada kesempatan kali ini, marilah kita memerhatikan bimbingan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasalam tentang apa yang seharusnya diucapkan oleh seorang hamba ketika dia mendapatkan kesulitan dalam kehidupan dunia.

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasalam telah mengajarkan doa,

اللَّھُمَّ لاَ سَهْلَ إِلاَّ مَا جَعَلْتَهُ سَهْلاً، وَأَنْتَ تَجْعَلُ الْحَزْنَ إِذَا شِئْتَ سَهْلاً

“Ya Allah, tidak ada perkara yang mudah, kecuali apa yang Engkau jadikan mudah, dan Engkau jadikan sesuatu yang sulit itu mudah apabila Engkau menghendakinya.”

Ini doa yang dapat kita panjatkan kepada Allah subhanahu wa ta’ala agar kesulitan yang kita hadapi diberi kemudahan dan jalan keluar oleh Allah subhanahu wa ta’ala.

Faedah Hadits:

  1. Semua kemudahan datangnya dari Allah subhanahu wa ta’ala.
  2. Kesulitan bisa menjadi hal yang mudah dengan kehendak Allah subhanahu wa ta’ala.

Dengan doa ini berarti kita menyandarkan seluruh kenikmatan, berupa kemudahan-kemudahan di dalam kehidupan dunia, kepada Allah subhanahu wa ta’ala.

Kenikmatan tersebut merupakan anugerah-Nya semata, bukan karena kepintaran dan kecerdasan kita dalam menghadapi permasalahan dan mengelola kehidupan ini dengan rapi.

Hal ini merupakan bentuk tawadhu seorang hamba di hadapan Allah subhanahu wa ta’ala.
Ia mengakui bahwa dirinya adalah hamba yang hina yang tidak memiliki kekuatan sedikit pun.

Dalam doa ini ada bimbingan syariat bahwa tidak ada kata mustahil untuk Allah subhanahu wa ta’ala mengubah perkara yang paling sulit sekalipun menjadi mudah.

Tentu kita harus memiliki tawakal dan ketakwaan yang benar kepada Allah subhanahu wa ta’ala dalam menyelesaikan kesulitan-kesulitan yang kita hadapi, yaitu dengan berusaha dengan sungguh-sungguh dan selalu mendekatkan diri serta bertawakal kepada Allah subhanahu wa ta’ala.

ORANG YANG BERTAKWA PASTI MENDAPAT KEMUDAHAN

Dalam beberapa ayat, Allah subhanahu wa ta’ala telah menyebutkan bahwa barang siapa bertakwa kepada-Nya, Allah subhanahu wa ta’ala akan memberinya jalan keluar dan kemudahan dari kesulitan-kesulitan yang dia hadapi.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَل لَّهُ، مَخْرَجًا (٢)

“Barang siapa bertakwa kepada Allah subhanahu wa ta’ala, Allah subhanahu wa ta’ala akan memberikan kepadanya jalan keluar.”
(ath-Thalaq: 2)

Jika dia bertakwa, Allah akan memberinya jalan keluar dalam semua urusannya tanpa terkecuali.

Dengan menempuh bimbingan Allah subhanahu wa ta’ala, kalbunya menjadi sejuk, pikirannya menjadi segar, langkahnya menjadi terarah, dan tindakannya menjadi teratur.

Inilah kunci keberhasilan kehidupan hamba di dunia dan di akhiratnya:
BERTAKWA KEPADA ALLAH.

Ayat berikutnya adalah firman Allah subhanahu wa ta’ala,

وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَل لَّهُ، مِنْ أَمْرِهِ يُسْرًا (٤)

“Barang siapa bertakwa kepada Allah, Allah akan menjadikan urusan-urusannya mudah.”
(ath-Thalaq: 4)

Tentu ini janji Allah subhanahu wa ta’ala yang pasti terwujud.

Dengan takwa, seorang hamba betul-betul akan mendapatkan berbagai kemudahan dalam urusannya. Sebelumnya, pikirannya sudah buntu dan dia tidak tahu bagaimana cara agar bisa keluar dari kesulitan yang dia hadapi. Dengan takwa, semua pun menjadi mudah dan ringan.

Allah subhanahu wa ta’ala memberikan bimbingan agar hamba-hamba-Nya tidak berputus asa dalam menghadapi berbagai kesulitan dalam kehidupan ini.

Pada waktu yang Dia kehendaki, pasti Dia memberikan jalan keluar dan kemudahan.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

سَيَجْعَلُ اللَّهُ بَعْدَ عُسْرٍ يُسْرًا (٧)

“Allah akan memberikan kemudahan setelah kesulitan.”
(ath-Thalaq: 7)

Dari ayat ini kita bisa mengambil faedah bahwa kehidupan seseorang tidak akan selamanya sengsara dan sulit.

Dengan hikmah-Nya, Allah subhanahu wa ta’ala akan memberikan kelapangan bagi hamba-hamba-Nya yang sedang mengalami kesulitan.

Dalam ayat yang lain Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا (٥) إِنَّ مَعَ الْعُسْرِيُسْرًا (٦)

“Karena sesungguhnya, bersama kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya, bersama kesulitan itu ada kemudahan.”
(al-Insyirah: 5-6)

Dalam ayat ini Allah subhanahu wa ta’ala membawakan kata al-‘usr (kesulitan) dengan bentuk ma’rifah (khusus) yang menunjukkan bahwa kesulitan itu satu, dan membawakan yusr (kemudahan) dengan bentuk nakirah (umum) yang menunjukkan bahwa kemudahan dari Allah subhanahu wa ta’ala itu lebih dari satu.

Maka dari itu, kita katakan bahwa KESULITAN TIDAK BISA MENGALAHKAN DUA KEMUDAHAN.

Saudariku, inilah penjelasan sekilas tentang doa yang telah diajarkan oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasalam ketika kita menghadapi berbagai problem. Semoga bermanfaat.

Wallahu a’lam bish shawab.

(Al-Ustadz Abu Sabiq Ali hafizhahullah)

Sumber:
Majalah Qonitah Edisi 32/Vol. 03/1438H-2017M/Hal. 56-58