MEMINTA ILMU YANG BERMANFAAT, REZEKI YANG BAIK, DAN AMALAN YANG DITERIMA

Meminta Ilmu Yang Bermanfaat, Rezeki Yang Baik Dan Amalan Yang Diterima

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَ رِزْقًا طَيِّبًا، وَ عَمَلًا مُتَقَبَّلًا

“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang baik, dan amal yang diterima.”

Ibnu Majah, Kitab ash-Shalat, Bab “Apa yang dibaca setelah salam” no. 925; Sunan al-Kubra (31/6) no. 9850 dan pada Amal al-Yaum wa al-Lailah no. 102, dari Ummu Salamah radhiyallaahu ‘anhu

•••

Rasulullaah shallallaahu ‘alaihi wasallam senantiasa memanjatkan do’a ini selepas shalat shubuh. Ini adalah waktu yang utama bagi seseorang untuk meminta tiga hal tersebut. Waktu dimana seseorang memulai aktivitasnya.

Perlu diperhatikan, Rasulullaah shallallahu ‘alaihi wasallam meminta ilmu yang bermanfaat sebelum hal lainnya. Ini menunjukkan bahwa ilmu yang bermanfaat merupakan hal yang perlu didahulukan dan diutamakan.

Dengan ilmu yang bermanfaat, seseorang akan dapat memilah rezeki yang halal dan haram, serta dapat membedakan mana amalan yang shalih dan yang jelek.

Ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang mendatangkan manfaat bagi dirinya sendiri dan orang lain.

Rezeki yang baik adalah rezeki yang halal, dari segi zatnya maupun cara memperolehnya.

Amalan yang diterima adalah amalan yang diterima di sisi Allaah subhanahu wa ta’ala serta mendatangkan pahala bagi orang yang mengerjakannya. Ini adalah amalan yang utama.

Hendaknya seseorang untuk mengawali setiap harinya dengan membaca do’a yang penuh berkah ini kemudian berupaya mengamalkan hal-hal yang ingin diraihnya dari permintaan tersebut. Allahul musta’an.

Qonitah edisi 17/ vol. 02 1435 H – 2014 M.

Akhwat.net