AL WALA’ WAL BARA’ PRINSIP YANG AGUNG

Al Wala’ wal Bara’ Prinsip yang Agung

✓ Diantara prinsip yang agung dalam agama islam adalah al Wala’ (cinta dan loyalitas) kepada orang beriman. Dan bara’ (membenci dan berlepas diri) dari orang kafir.

☝🏻Prinsip ini merupakan pokok yang agung dalam agama kita yang sering diserang untuk di gugurkan oleh musuh-musuh islam.

Aqidah al Wala’ kepada orang-orang beriman dan al Bara’ kepada orang-orang kafir termasuk bukti kejujuran keimanan seseorang.

Asy-Syaikh Shalih al-Fauzan Hafizhahullah berkata,
“Di antara pokok akidah Islam; seorang muslim yang berakidah Islam wajib ber-wala kepada kaum muslimin dan memusuhi musuh-musuh Islam, cinta dan ber-wala kepada orang-orang yang bertauhid dan ikhlas, membenci dan membenci para pelaku kesyirikan.”
(al-Wala’ wal Bara’)

Kalau kita diperintahkan untuk membenci dan berlepas diri kepada orang kafir, apakah bermakna kita juga boleh berbuat dzalim..?

Jawabannya adalah tidak. Tidak boleh bagi kita untuk berbuat dzalim kepada orang kafir.

Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah berkata,
“Al-wala’ wal bara’ maknanya ialah cinta dan loyal kepada mukminin serta membenci dan memusuhi orang kafir, berlepas diri dari mereka dan agama mereka.

Inilah al-wala’ wal bara’ yang disebutkan oleh Allah ‘azza wa jalla dalam surat al-Mumtahanah,

قَدۡ كَانَتۡ لَكُمۡ أُسۡوَةٌ حَسَنَةٞ فِيٓ إِبۡرَٰهِيمَ وَٱلَّذِينَ مَعَهُۥٓ إِذۡ قَالُواْ لِقَوۡمِهِمۡ إِنَّا بُرَءَٰٓؤُاْ مِنكُمۡ وَمِمَّا تَعۡبُدُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ كَفَرۡنَا بِكُمۡ وَبَدَا بَيۡنَنَا وَبَيۡنَكُمُ ٱلۡعَدَٰوَةُ وَٱلۡبَغۡضَآءُ أَبَدًا حَتَّىٰ تُؤۡمِنُواْ بِٱللَّهِ وَحۡدَهُۥٓ

“Sungguh, telah ada suri teladan yang baik bagi kalian pada diri Ibrahim dan orang-orang yang bersamanya, ketika mereka berkata kepada kaum mereka, “Kami berlepas diri dari kalian dan dari sembahan kalian yang selain Allah. Kami ingkar kepada kalian dan telah tampak antara kami dan kalian permusuhan dan kebencian selamanya, sampai kalian beriman kepada Allah saja.”
(al-Mumtahanah: 4)

Membenci dan memusuhi tidak lantas bermakna boleh menzalimi dan berbuat semena-mena kepada mereka yang bukan kafir harbi. Akan tetapi, maknanya adalah membenci dan memusuhi mereka dengan kalbumu, serta tidak menjadikannya sebagai temanmu….”
(Majmu’ Fatawa Ibni Baz, jilid 5) (AJ)

Admin akhwat.net