MINTA DIRUQYAH AGAR SEMANGAT IBADAH

Minta Diruqyah Agar Semangat Ibadah

❓Pertanyaan:


Apakah boleh seseorang minta diruqyah karena dirinya merasa kurang semangat dalam beribadah, seperti:
• sering melalaikan shalat (mengakhirkan waktu shalat)
• sering ragu-ragu jumlah rakaat ketika sedang shalat
• sering merasa mengulangi beberapa ayat al-Fatihah, bahkan ragu al-Fatihah yang dibacanya
• berzikir setelah shalat seadanya (seperti doa untuk kebaikan dunia dan akhirat serta doa untuk orang tua saja), namun dalam hati ingin sekali untuk berzikir lebih lama.
• sering lalai dalam mengaji dan menghadiri kajian-kajian ilmu?

🗝Jawaban:

“Ada beberapa hal yang patut diperhatikan:

  1. Minta diruqyah hukumnya makruh.
    Pelakunya luput dari kesempatan menjadi orang yang masuk surga tanpa hisab dan azab.
  2. Tidak semua keluhan dan masalah kejiwaan harus dengan cara ruqyah.
  3. Malas belajar dan ibadah adalah penyakit futur. Solusinya: Tanamkan dalam hati fadhilah (keutamaan) amal.
    Bergaullah dengan sahabat yang saleh salafi.
    Mendatangi orang yang saleh salafi untuk mendapatkan nasihat dan secara langsung melihat amaliahnya.
    Banyak membaca sejarah para nabi dan para salaf untuk diambil ibrahnya.
  4. Keluhan lainnya yang disebutkan di atas disebut waswas.
    Solusinya:
    • Membangun semua amalan di atas ilmu syar’i.
    • Menanamkan rasa yakin dalam beramal dengan dasar ilmu.
    • Menolak semua bisikan yang membuat ragu dalam beramal.
    Misalnya, dia shalat dan sudah membaca al-Fatihah lalu muncul waswas. Dia langsung melawan dan yakin sudah membaca al-Fatihah dan yakin shalatnya sah.

●>> Mengobati waswas perlu kesungguhan, kesabaran, dan proses waktu.”

al-Ustadz Muhammad Afifuddin.
http://asysyariah.com/tanya-jawab-ringkas-edisi-116/