BENTENGI DIRI DI PAGI HARI

🍂⛳🍂⛳🍂⛳🍂⛳🍂

🌤 Bentengi Diri di Pagi Hari

أَصْبَحْنَا وَأَصْبَحَ الْمُلْكُ لِلَّهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، لَا إَلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ، وَلَهُ الْحَمْدُ، وَ هُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ، رَبِّ أَسْأَلُكَ خَيْرَ مَا فِيْ هَذَا الْيَوْمِ وَخَيْرَ مَا بَعْدَهُ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا فِيْ هَذَا الْيَوْمِ وَشَرِّ مَا بَعْدَهُ، رَبِّ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْكَسَلِ، وَسُوْءِ الْكِبَرِ، رَبِّ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابٍ فِي النَّارِ وَعَذَابٍ فِي الْقَبْرِ

“Kami masuk waktu pagi, dan kerajaan milik Allah subhanahu wa ta’ala. Segala puji bagi Allah. Tidak ada sembahan yang berhak disembah, kecuali Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya segala pujian, dan Dia adalah Dzat Yang Mahakuasa atas segala sesuatu. Wahai Rabbku, aku memohon kepada-Mu kebaikan yang ada pada hari ini dan kebaikan pada hari berikutnya, dan aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan yang ada pada hari ini dan kejelekan pada hari berikutnya. Wahai Rabbku, aku berlindung kepada-Mu dari sifat malas dan dari jeleknya usia tua. Wahai Rabbku, aku memohon kepada-Mu perlindungan dari siksa di neraka dan di dalam kubur.”

✏Kandungan makna:

1. Kenikmatan Allah subhanahu wa ta’ala yang tak terhitung.

Kalimat أَصْبَحْنَا (artinya: kami masuk waktu pagi) mengandung pengakuan dari seorang hamba akan besarnya nikmat dari Allah subhanahu wata’ala sehingga ia bisa mencapai waktu tersebut. Dzikir ini membimbing kita untuk senantiasa mensyukuri dan menyadari bahwa segala nikmat yang kita peroleh itu datangnya dari Allah subhanahu wata’ala.

2. Allah subhanahu wa ta’ala, Rabb penguasa alam

Kalimat وَأَصْبَحَ الْمُلْكُ لِلَّهِ (artinya: kerajaan milik Allah) mengandung penetapan rububiyyah bagi Allah. Maksudnya yaitu hanyalah Allah semata, satu-satunya Dzat yang merajai, menguasai, dan mengatur alam semesta ini. Tak ada sedikut pun yang terluput dari kekuasaan Allah subhanahu wata’ala. Dengan mengetahui hal ini, kita akan menyadari betapa lemahnya diri dan betapa butuhnya kita akan pertolongan Allah subhanahu wata’ala.

3. Segala pujian milik Allah subhanahu wa ta’ala

Kalimat وَالْحَمْدُ لِلَّهِ (artinya: segala puji bagi Allah) mengandung makna bahwa hanyalah Allah yang berhak mendapatkan segala pujian. Kalimat ini mengajarkan kita untuk senantiasa berdzikir dan menetapkan segala pujian hanya bagi Allah subhanahu wata’ala.

4. Kalimat tauhid

لَا إَلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ، وَلَهُ الْحَمْدُ

“Tidak ada sembahan yang berhak disembah, kecuali Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya segala pujian”

Kalimat ini mengandung penetapan uluhiyah bagi Allah subhanahu wa ta’ala. Maksudnya yaitu hanyalah Allah satu-satunya Dzat yang berhak disembah, sehingga tidak sepatutnya bagi seorang hamba untuk menyembah selain Allah, sesuatu yg tidak dapat mendatangkan manfaat dan mencegah mudharat.

4. Allah subhanahu wa ta’ala Maha Mampu atas segalanya

وَ هُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْر

“dan Dia adalah Dzat Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu”

Allah Maha Mampu berbuat sekehendak-Nya sesuai apa yang dikehendaki-Nya, tak ada satupun yang dapat menghalangi. Kalimat ini merupakan bentuk kesempurnaan pujian dan pengakuan seorang hamba kepada Allah subhanahu wata’ala atas kebesaran-Nya.

5. Permohonan kebaikan

رَبِّ أَسْأَلُكَ خَيْرَ مَا فِيْ هَذَا الْيَوْمِ وَخَيْرَ مَا بَعْدَه

“Wahai Rabbku, aku memohon kepada-Mu kebaikan yang ada pada hari ini dan kebaikan pada hari berikutnya”

Kalimat ini mengandung permohonan seorang hamba kepada Allah subhanahu wa ta’ala untuk mendapatkan kebaikan di dunia dan akhirat, pada hari ini dan hari berikutnya. Kebaikan dunia dapat berupa kenikmatan pada makanan, pakaian, tempat tinggal, dan sebagainya, serta rasa aman dan selamat dari segala bentuk marabahaya. Sedangkan, kebaikan akhirat berupa taufik untuk bisa beribadah kepada Allah subhanahu wata’ala, berbuat kebaikan dan beramal sholih.

5. Perlindungan dari segala kejelekan

وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا فِيْ هَذَا الْيَوْمِ وَشَرِّ مَا بَعْدَه

“dan aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan yang ada pada hari ini dan kejelekan pada hari berikutnya”

Kalimat ini mengandung permohonan kepada Allah subhanahu wa ta’ala atas perlindungan dari segala kejelekan dan marabahaya pada hari ini maupun hari berikutnya. Kita tidak boleh merasa aman dari kejelekan sekecil apapun tanpa kecuali: kejelekan yang timbul pada diri sendiri, keluarga, kejelekan tak terduga dan tak diinginkan. Dan hanyalah Allah subhanahu wata’ala yang dapat menghindarkan kita dari itu semua.

6. Berlindung dari sifat malas

رَبِّ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْكَسَل

“Wahai Rabbku, aku berlindung kepada-Mu dari sifat malas”

Kita berlindung kepada Allah subhanahu wa ta’ala dari sifat tercela ini, yang dapat menghalangi diri untuk melakukan berbagai kebaikan yang banyak.

7. Berlindung dari sifat pikun

وَسُوْءِ الْكِبَر

“(… dan aku berlindung kepada Allah) dari jeleknya usia tua”

Yang dimaksud adalah pikun. Sifat yang dapat menjelekkan keadaan seseorang karena kelainan tingkah laku yang timbul ketika seseorang memasuki usia tua. Doa ini juga mengandung permohonan seorang hamba kepada Allah subhanahu wa ta’ala agar diberikan akhir hidup yang baik.

8. Berlindung dari siksa kubur dan siksa neraka

رَبِّ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابٍ فِي النَّارِ وَعَذَابٍ فِي الْقَبْر

“Wahai Rabbku, aku memohon kepada-Mu perlindungan dari siksa di neraka dan di dalam kubur”

Kalimat ini mengandung merupakan permohonan seorang hamba kepada Allah subhanahu wa ta’ala agar dimasukkan ke dalam golongan orang yang masuk surga tanpa diadzab terlebih dahulu, sekecil apapun bentuknya. Kita semua harus takut dengan adzab Allah, termasuk adzab kubur, terlebih adzab neraka, yang semua ini dapat menyakiti jasad kita.

Seyogyanya doa ini selalu dibaca setiap hari agar Allah jadikan kita termasuk hamba-Nya yang senantiasa taat, ingat, dan bersyukur kepada-Nya. Aamiin.

Majalah Qonitah edisi 27/ vol.03/ 1437H-2016M/Rubrik Wirid hal. 55-59 oleh Ustadz Abu Sabiq Ali