MEMOHON RAHMAT DAN AMPUNAN-NYA

🤲🏻 Memohon Rahmat dan Ampunan-Nya 🤲🏻

رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ [الأعراف : 23]
“Wahai Rabb kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi”.
(Qur’an Surat Al A’raf ayat 23)

☝🏻 Nabi Adam ‘alaihissalam dan istrinya membaca do’a tersebut ketika mereka berdua berbuat zalim terhadap diri sendiri. Keduanya terjerumus dalam tipu daya setan yaitu memakan buah dari pohon yang dilarang oleh Allaah subhanahu wata’ala.

Tatkala mereka ditegur oleh Allah, maka keduanya langsung kembali dan mengakui dosa yang telah dilakukan. Allah memberi nikmat kepada mereka agar bertaubat. Mereka pun meminta rahmat dan ampunan Allah.

Do’a tersebut mengandung pengakuan atas dosa dan kezaliman yang telah dilakukan, yang dapat menyebabkan kerugian bagi hamba.

Terkandung pula permohonan hamba terhadap ampunan Allah agar Dia menghapus dosa dan hukuman atasnya, serta permohonan terhadap rahmat Allah agar Dia menerima taubat dan menghapus kesalahan-kesalahannya.

Sudah sepantasnya bagi kita ketika berbuat dosa agar bersegera mengakuinya, menyesalinya, memohon ampunan atasnya, dan melakukan berbagai upaya untuk tidak mengulanginya. Niscaya rahmat dan ampunan dari Allah Yang Mahapenyayang dan Mahapengampun akan kita peroleh.
Wallaahu a’lam bishshawab.

Qonitah edisi 19/vol. 02/ 1436 H – 2015 M.