EFEK POSITIF DAN EFEK NEGATIF IMUNISASI

💊💉 Efek Positif dan Efek Negatif Imunisasi 💉💊

❓ Pertanyaan:
Bismillah. Dok, saya mau tanya.
Apakah boleh imunisasi dalam Islam?
Apa dampak positif dan dampak negatifnya? Jazakallaahu khairan.

🔑Dijawab oleh dr. Ramzi Syamlan, Sp.A. dan dr. Andri Rais, Sp.P.D:

“Banyak ulama yang berbicara tentang keutamaan imunisasi sebagai bagian dari upaya pencegahan penyakit.

Bahkan, sebagaian ulama menilai bahwa melaksanakan imunisasi merupakan bagian dari ketaatan kepada program-program pemerintah.

Dari sisi medis, imunisasi bertujuan mengenalkan secara spesifik komponen dari kuman atau produk kuman sehingga tubuh mempunyai respon yang baik/cepat terhadap penyakit – penyakit yang berbahaya apabila tubuh tidak segera mengenalinya.

Produk imunisasi sendiri memang kadang/sangat jarang memberikan efek samping, tetapi efek samping tersebut jauh lebih ringan dibandingkan apabila terkena penyakitnya.

Sebagian efek imunisasi itu sendiri, seperti demam dan nyeri, bisa merupakan penanda bahwa tubuh sudah mempunyai respons yang baik terhadap kumannya. Bahan yang digunakan juga terbukti bukan dari bahan yang berbahaya.

Produk yang meragukan karena penggunaan peptin babi juga telah dimurnikan/dicuci jutaan kali sehingga komponen tersebut sudah tidak ditemukan lagi didalamnya.

Manfaat imunisasi dalam menurunkan kejadian penyakit berbahaya, seperti campak, difteri, pertusis, dan tetanus, atau bahkan memusnahkan penyakit cacar dan polio, banyak dilaporkan di negara-negara maju atau berkembang, tentunya dengan izin Allah سبحانه وتعالى . Begitu juga penyakit-penyakit lainnya.

Oleh karena itu, para ahli menyimpulkan bahwa imunisasi adalah salah satu di antara program kesehatan masyarakat yang paling sukses dan cost-effective karena biaya untuk pencegahan jauh lebih rendah daripada biaya pengobatan.

Jadi, sisi positif anak yng diimunisasi adalah dia mempunyai kekebalan spesifik terhadap penyakit sehingga kemungkinan terkena penyakit akan sangat kecil dibandingkan apabila tidak diimunisasi.

Jika suatu saat ada pasien yang terkena infeksi, gejala dan dampak yang dialami oleh pasien yang sudah diimunisasi akan lebih ringan, atau bahkan tidak timbul gejala. Hal ini karena pasien yang telah diimunisasi memiliki kekebalan tubuh yang spesifik untuk melawan infeksi yang terjadi. Berbeda jika pasien belum diimunisasi, dia belum memiliki kekebalan tubuh yang spesifik sehingga ketika terkena infeksi penyakit, timbuk gejala yang lebih berat.

Sisi negatifnya adalah terkadang ada efek samping yang sangat ringan (apabila dibandingkan terkena penyakitnya) saat dia mendapat suntikan imunisasi. Terkadang timbul gejala-gejala ringan yang dirasakan tidak nyaman oleh pasien, seperti demam dan gatal, yang menandakan bahwa imunisasi telah bekerja dengan baik.”

Wallaahu ta’ala a’lam

Sumber: Majalah Qonittah Edisi 35/vol.03/1439H-2018M (hal. 94)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *