MENYAMBUT RAMADHAN YANG DIRINDUKAN

🌤 Menyambut Ramadhan yang Dirindukan 🌤

Tamu agung yang datang tiap tahun telah tiba
Kusambut kehadirannya dengan suka cita
Sebagai bentuk syukur atas karunia Allah Sang Pencipta
Dzat yang menjanjikan ampunan dan pahala berlipat ganda
Agar kita menjadi insan yang bertakwa Sebagai bekal terbaik dalam meraih ridho dan surga-Nya

Pembaca Qonitah, sungguh pada hari ini, pada bulan ramadhan ini, kita sangat bersyukur kepada Allah, sang Pencipta dan Pengatur Jagad Raya. Dialah Dzat yang memanjangkan umur kita sehingga kita bisa bertemu dengan bulan yang mulia dan penuh keutamaan ini. Hal ini berarti kita diberi kesempatan oleh Allah untik meraih ampunan dan ridho-Nya.

Semoga ramadhan tahun ini lebih baik daripada ramadhan tahun kemarin.

⛲🌤 Rindu Ramadhan

Setiap insan yang di kalbunya masih ada secercah iman pasti pastilah merindukan dan mengharapkan perjumpaan dengan Ramadhan. Bagaimana tidak? Pada bulan inilah Allah mensyariatkan berbagai ibadah yang menjanjikan pahala berlipat ganda dan ampunan. Bagi setiap mukmin, tidak ada yang dia inginkan di dunia ini selain beribadah kepada Allah untuk meraih taburan pahala dan ridha-Nya.

Pada saat Allah menurunkan karunia dan kedermawanan-Nya pada bulan ramadhan dengan janji dan balasan berlipat ganda, setiap mukmin pun menjadi sangat antusias dan merindukan ramadhan. Ramadhan baginya adalah ladang emas sebagai tabungan berharga yang akan dinikmati kelak di negeri akhirat.

⛲🌤 Keutamaan Puasa Ramadhan

Pembaca Qanitah yang semoga dimuliakan Allah….
Salah satu bukti yang menunjukkan keutamaan Ramadhan adalah diwajibkannya ibadah agung pada bulan tersebut. Ya, tentu sudah tidak asing lagi bahwa ibadah tersebut adalah puasa. Bahkan puasa menjadi amalan yang menjadi syiar dan ciri khas pada bulan Ramadhan.

Cukuplah kemuliaan bagi puasa Ramadhan ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjadikannya sebagai salah satu pilar dan rukun Islam sebagaimana dalam sabda beliau:

بُنِيَ الْإِسْلَامُ عَلَى خَمْسٍ شَهَادَةِ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ وَإِقَامِ الصَّلَاةِ وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ وَالْحَجِّ وَصَوْمِ رَمَضَانَ

“Islam dibangun di atas lima rukun: bersaksi bahwa tidak ada sembahan yang berhak diibadahi kecuali Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan salat, menunaikan zakat, berhaji ke Baitullah, dan berpuasa Ramadhan”. (Muttafaqun ‘alaih)

⛲🌤 Besarnya Pahala Puasa

Sungguh ibadah puasa ini sarat dengan keutamaan yang menjanjikan pahala tanpa batas.

Dari sahabat Abu Hurairah radhiallahu anhu, Rasulullah shallallahu a’laihi wasallam bersabda:

كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ يُضَاعَفُ الْحَسَنَةُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعمِائَة ضِعْفٍ قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ : إِلَّا الصَّوْمَ فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ يَدَعُ شَهْوَتَهُ وَطَعَامَهُ مِنْ أَجْلِي

“Sesungguhnya setiap amalan anak adam dilipatgandakan pahalanya sebanyak sepuluh sampai tujuh ratus kali lipat. Allah azza wa jalla berfirman, Kecuali puasa. Puasa itu untuk-Ku dan Aku yang akan membalasnya. Dia telah meninggalkan syahwat dan makannya karena Aku.” (Muttafaqun ‘alaih)

Pembaca Qanitah, coba renungi hadist ini. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengabarkan keutamaan puasa dibandingkan amal yang lain. Amalan selain puasa, pahalanya dilipatgandakan sepuluh sampai tujuh ratus kali lipat. Itu pun bagi kita sudah sangat besar dan luar biasa, menunjukkan keluasan rahmat Allah subhanahu wata’ala. Adapun puasa, sungguh Allah akan melipatgandakan pahalanya lebih dari amalan yang lain. Allah akan memberikan ganjaran tanpa hitungan dan batas. Maasyaa Allah, begitu istimewanya ibadah puasa.

⛲🌤 Puasa Mengandung 3 Jenis Kesabaran

Mungkin ada yang bertanya, “Mengapa balasan ibadah puasa begitu besar?”

Dijelaskan oleh asy Syaikh Muhammad bin Salih Al ‘Utsaimin bahwa hal itu karena puasa mengandung tiga jenis kesabaran, yaitu sabar di atas ketaatan kepada Allah, sabar dalam menjauhi maksiat, dan sabar terhadap takdir-takdir Allah.

Allah menjanjikan pahala tanpa batas bagi orang yang bersabar dalam firman-Nya:

إِنَّمَا يُوَفَّى ٱلصَّٰبِرُونَ أَجْرَهُم بِغَيْرِ حِسَابٍ ٠١۝

“Sesungguhnya, hanya orang-orang yang bersabarlah yang disempurnakan pahala mereka tanpa batas.” (Az-Zumar :10)

Semua jenis kesabaran ada pada ibadah puasa. Orang yang sedang berpuasa tentu sedang menjalankan perintah sebagai bentuk ketaatan kepada Allah, padahal tabiat manusia sebenarnya tidak suka melakukan hal-hal yang memberati dirinya.

Orang yang berpuasa juga harus meninggalkan maksiat, seperti mengerjakan hal yang sia-sia, ucapan keji dan kotor, dusta, dan hal-hal yang diharamkan oleh Allah, agar puasanya sempurna.

Orang yang berpuasa juga ditimpa rasa haus Dan lapar, letih dan kepayahan, terlebih ketika musim panas lebih panjang. Namun, mereka tetap menjalani semua itu demi mengharap balasan dan ridha-Nya. (Syarh Riyadhish Shalihin)

⛲🌤 Puasa itu Hanya untuk Allah

Dalam riwayat lain disebutkan sabda Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bahwa Allah subhanahu wata’ala berfirman:

كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ إِلّاَ الصِّيَا٬ فَإِنَّهُ لِي وَ أَنَاأَجْرِي بِهِ

“Setiap amalan bani Adam adalah untuknya sendiri, kecuali puasa. Sesungguhnya puasa itu untuk-Ku dan Aku yang akan membalasnya.” (HR. Al-Bukhari)

Pembaca Qanitah, dalam hadist tersebut Allah mengkhususkan ibadah puasa untuk Diri-Nya. Di antara maknanya yang disebutkan oleh ahli ilmu bahwa jika seorang hamba pernah melakukan kezaliman kepada orang lain di dunia, pada hari kiamat kelak, Allah menghukumnya, yaitu diambil (pahala) amal kebaikan hamba tersebut untuk diberikan kepada orang yang pernah dizalimi sewaktu di dunia. Seluruh amal kebaikannya bisa diambil, Kecuali amalan puasa. Kebaikan dan pahala dari amalan puasa tidak bisa diambil sedikitpun karena puasa itu milik Allah, bulan milik bani adam. (Syarh Riyadish Shalihin)

Setelah Kita Mengetahui keutamaan puasa dari keterangan tersebut, semoga pada tahun ini kita diberi taufik oleh Allah untuk menjalankan ibadah puasa ini dengan sebaik-baiknya sehingga bisa meraih pahala berlimpah ruah yang dijanjikan oleh Allah.

⛲🌤 Puasa Ramadhan Mendatangkan Ampunan

Dengan puasa yang dilakukan dengan beriman dan mengharapkan pahala, semoga Allah mengampuni dosa-dosa kita yang telah lalu.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

”Barangsiapa yang berpuasa pada bulan Ramadhan karena beriman dan mengharapkan pahala dari Allah, dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (Muttafaqun ‘alaihi)

⛲🌤 Aktivitas Ibadah Begitu Mudah

Pembaca, sungguh Ramadhan adalah bulan penuh berkah yang ditunggu dan dirindukan kedatangannya oleh setiap insan beriman. Hal ini terbukti dengan banyaknya kaum muslimin yang diberikan kemudahan untuk menjalankan berbagai aktivitas ibadah pada bulan yang agung ini, yang tidak didapati pada bulan lain. Aktivitas ibadah begitu semarak, masjid-masjid penuh dengan jamaah, dan kaum muslimin berlomba untuk menghatamkan al-Quran. Anak-anak dan dewasa, tua dan muda, pria dan wanita, semua bersiap untuk menyambut bulan yang penuh berkah ini.

⛲🌤 Kejahatan Berkurang di Bulan Ramadhan

Ketika melihat fenomena menakjubkan ini, mungkin ada yang bertanya mengapa pada bulan Ramadhan kaum muslimin lebih bersemangat melaksanakan ibadah, dan angka kejahatan dan kemaksiatan sangat berkurang dibandingkan pada bulan lain.

Pembaca Qanitah, jawabannya terdapat dalam hadist yang diriwayatkan sahabat mulia, Abu Hurairah radhiallahu anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فُتِّحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ وَصُفِّدَتِ الشَّيَاطِينُ

”Apabila Ramadhan telah datang, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan para setan dibelenggu.” (HR. al-Bukhari dan Muslim)

Masya Allah, betapa mulia Ramadhan, sampai-sampai pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu. Inilah sebabnya pada bulan ini kaum muslimin sangat ringan dan mudah dalam beribadah, sedangkan kejahatan dan kemaksiatan jauh berkurang.

⛲🌤 Ramadhan, Bulan Turunnya al-Qur’an

Pada bulan Ramadhan, Allah menurunkan al-Quran sebagai petunjuk, obat, dan rahmat bagi kaum mukminin. Oleh karena itu, sangatlah tepat kalau bulan ini disebut juga dengan syahrul Qur’an (bulan al-Qur’an). Turunnya al-Quran pada bulan Ramadhan menunjukkan keutamaan Ramadhan dibandingkan bulan lainnya.

Allah subhanahu wata’ala berfirman

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَىٰ وَالْفُرْقَانِ

”Bulan Ramadhan, bulan yang didalamnya diturunkan (permulaan) al-Quran sebagai petunjuk bagi manusia, penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu, dan pembeda antara yang hak dan yang batil.” (al-Baqarah; 185)

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ

”Sesungguhnya kami telah menurunkan al-Quran itu pada malam Qadr (malam kemuliaan).” (al-Qadr: 1)

👉 Di antara amalan salaf pada bulan Ramadhan adalah menyibukkan diri dengan membaca al-Quran dan berlomba-lomba dalam mengkhatamkannya. Pembaca bisa mengetahui hal ini dengan membaca ulasan berjudul “Gelora Semangat Ulama salaf di Bulan Suci” pada majalah edisi ini.

⛲🌤 Bulan Pembebasan Hamba dari Neraka

Pembaca yang dimuliakan oleh Allah, di antara keutamaan Ramadhan adalah bahwa pada bulan tersebut Allah memiliki hamba-hamba yang akan dibebaskan dari api neraka.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
”Sesungguhnya pada setiap waktu berbuka, Allah memiliki hamba-hamba yang dibebaskan dari api neraka. Yang demikian itu terjadi pada setiap malam.”
(HR. Ibunu Majah, Ahmad, dll dan dinilai hasan oleh asy Syaikh al-Albani dalam at-Targhib no. 991)

Semoga Allah menggolongkan kita sebagai hamba-Nya yang dibebaskan dari api neraka dan dimasukkan ke surga.

⛲🌤 Ampunan bagi yang Bershalat Malam

Pembaca Qanitah, di antara amalan pada bulan Ramadhan yang menjanjikan ampunan dosa adalah menegakkan shalat tarawih.

Rasulullah shallallahu ‘alahi wasallam bersabda:

مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

”Barangsiapa yang menegakkan shalat malam (tarawih) pada bulan Ramadhan karena beriman dan mengharapkan pahala dari Allah, dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (Muttafaqun ‘alaihi)

⛲🌤 Keutamaan Lailatul Qadr

Tidak asing lagi bahwa Allah telah menetapkan adanya satu malam pada bulan Ramadhan, yang lebih baik daripada seribu bulan. Barang siapa yang menghidupkan malam tersebut, akan mendapatkan ampunan dari Allah subhanahu wata’ala.

🔖Rasulullah shallallahu ‘alahi wasallam bersabda:

‘Sesungguhnya, bulan ini (Ramadhan) telah datang kepada kalian. Terdapat di dalamnya satu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Barang siapa yang diharamkan dari mendapatkan malam tersebut, sungguh dia telah diharamkan dari kebaikan seluruhnya. Tidak ada yang diharamkan dari mendapatkan kebaikan pada malam tersebut kecuali mereka yang memang diharamkan untuk mendapatkannya.” (HR. Ibnu Majah, dinilai hasan oleh asy-Syaikh al-Albani dalam al-Misykah no. 1964).*

🔖 Rasulullah shallallahu ‘alahi wasallam juga bersabda:

مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

”Barang siapa yang menghidupkan Lailatul Qadr (dengan menegakkan shalat, dsb.) karena beriman dan mengharapkan pahala dari Allah subhanahu wata’ala, dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (Muttafaqun ‘alaihi)

Wahai Pembaca, setiap manusia yang menyadari kekurangan dan dosa yang selama ini dia lakukan tentu sangat senang mendengar keutamaan berupa janji diampuninya dosa-dosa. Ampunan Allah, itulah yang selalu kita harapkan. Dosa yang kita perbuat adalah penyebab malapetaka di dunia dan akhirat. Duhai, kalau dosa-dosa kita tidak diampuni, apalah arti hidup ini?!

⛲🌤 Penutup, Doa, dan Harapan

Pembaca Qanitah, demikianlah ulasan sederhana dalam lembar terbatas ini tentang beberapa keutamaan amalan pada bulan Ramadhan. Semoga, dengan membaca dan memahaminya, terbuka kesadaran kita akan luasnya rahmat dan kasih sayang Allah kepada para hamba-Nya.

Sungguh, manusia yang diharamkan dari kebaikan pada bulan Ramadhan tentu lebih tidak bisa diharapkan melakukan kebaikan pada bulan lain. Pada bulan Ramadhan yang setan-setan dibelenggu saja, dia masih suka berbuat maksiat, lalu bagaimana kiranya ketika setan-setan dibebaskan berkeliaran menggoda bani Adam?

Wahai Pembaca, semestinya kita bersyukur ketika dipertemukan dengan Ramadhan. Perbanyaklah doa, meminta pertolongan dan taufik kepada Allah agar Dia membantu anda dalam menjalankan berbagai aktivitas ibadah pada bulan suci Ramadhan ini dengan penuh keimanan dan keikhlasan, serta dengan mengikuti tuntunan Rasulullah shallallahu ‘alahi wasallam dalam segenap amalan.

Hendaklan kita berniat dengan jujur untuk benar-benar mengisi Ramadhan ini dengan meningkatkan kualitas ibadah dan amal saleh. Kita berniat untuk mengisinya dengan berpuasa, mengerjakan shalat berjamaah di masjid (bagi laki-laki), bershalat tarawih, membaca al-Quran, serta memperbanyak dzikir, sedekah, dan berbagai amal saleh lain.

Semoga dengan menjalankan itu semua, kita digololongkan oleh Allah sebagai orang-orang yang bertakwa.

Jangan sampai kita termasuk orang-orang yang gagal dalam Ramadhan ini karena meninggalkan amalan saleh dan bermalas-malasan.

Namun, bisa jadi orang yang gagal itu sebenarnya telah melakukan puasa dan shalat malam, tetapi yang dia dapatkan dari amalannya hanya rasa lapar dan lelah setelah begadang. Mengapa? Karena dia masih mengotori Ramadhan dengan kemaksiatan atau tidak ikhlas ketika melakukan amal saleh.

🔖 Rasulullah shallallahu ‘alahi wasallam bersabda:

”Betapa banyak orang yang berpuasa, tetapi tidak ada yang ia dapatkan dari puasanya kecuali rasa lapar. Betapa banyak pula orang yang menegakkan ibadah pada malam hari, tetapi tidak ada yang ia dapatkan kecuali (lelah) begadang saja.”
(HR. Ibnu Majah, dinilai shahih oleh asy-Syaikh al-Albani dalam al-Misykah no. 2014).

🔖Rasulullah shallallahu ‘alahi wasallam juga bersabda:

مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّوْرِ وَالْعَمَلَ بِهِ فَلَيْسَ لِلّٰهِ حَاجَةٌ أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَه

”Barang siapa yang tidak mau meninggalkan ucapan dan perbuatan dusta serta amal kebodohan, Allah tidak butuh pada amalannya meninggalkan makan dan minum.” (HR. al_Bukhari)

Semoga Allah menerima amal saleh kita pada bulan Ramadhan ini, mengampuni dosa-dosa yang telah kita perbuat, menjaga iman dan semangat kita selepas Ramadhan, memasukkan kita ke surga, dan menjauhkan kita darii api neraka.

Semoga pula pada tahun depan kita masih diberi umur panjang untuk bisa berjumpa dengan Ramadhan yang selalu dirindukan oleh setiap insan.

Amin, ya Rabbal ‘Alamin. Wallahu a’lam bish shawab.

Oleh Ustadz Abu Umar Ibrahim hafizhahullah. Sumber : Majalah Qanitah Edisi 29/Vol.3/1437H-2016M
Disadur oleh Tim Admin Akhwat.Net

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *