MANDI JANABAH SETELAH TERBIT FAJAR

🚿🚿 Mandi Janabah Setelah Terbitnya Fajar

❓Tanya:

Apabila seorang wanita suci dari haid atau nifas sebelum terbitnya fajar dan baru sempat mandi janabah setelah terbitnya fajar, apakah puasanya sah atau tidak?

🔑Jawab:

Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin rahimahullah menjawab,

“Ya. Puasa seorang wanita yang suci dari haid sebelum fajar dan baru sempat mandi setelah terbitnya fajar adalah sah. Demikian pula wanita yang nifas. Sebab, ketika itu dia termasuk orang yang wajib berpuasa. Dia memiliki kesamaan dengan orang yang junub, lalu terbit fajar dalam keadaan dia masih junub.

✓ Puasanya sah berdasarkan firman Allah subhanahu wata’ala:

فَٱلۡـَٰٔنَ بَٰشِرُوهُنَّ وَٱبۡتَغُواْ مَا كَتَبَ ٱللَّهُ لَكُمۡۚ وَكُلُواْ وَٱشۡرَبُواْ حَتَّىٰ يَتَبَيَّنَ لَكُمُ ٱلۡخَيۡطُ ٱلۡأَبۡيَضُ مِنَ ٱلۡخَيۡطِ ٱلۡأَسۡوَدِ مِنَ ٱلۡفَجۡرِۖ

“Maka sekarang, campurilah mereka (istri-istri kalian) dan carilah apa yang telah ditetapkan oleh Allah untuk kalian, dan makan minumlah hingga terang bagi kalian benang putih dari benang hitam, yaitu fajar.” 
(QS. al-Baqarah: 187)

Apabila Allah mengizinkan suami menggauli istri sampai jelas terbitnya fajar, hal ini berkonsekuensi suami baru bisa mandi setelah terbitnya fajar.

✓ Selain itu, puasanya sah berdasarkan hadits ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha,

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يُصْبِحُ جُنُبًا مِنْ جِمَاعِ أَهْلِهِ وَهُوَ صَائِمٌ

“Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pernah memasuki waktu subuh dalam keadaan junub—karena jima’ dengan istri beliau—dan beliau berpuasa.”

Maksudnya, beliau shallallahu ‘alaihi wasallam baru mandi janabah setelah terbitnya fajar.”

(Fatawa al-Mar’ah al-Muslimah no. 455)

https://qonitah.com/fatwa-fatwa-seputar-puasa/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *