SUAMI MEMAKSA ISTRI UNTUK BERJIMA DI SIANG HARI DI BULAN RAMADHAN

💥 Suami Memaksa Istri untuk Berjima’ di Siang Hari di Bulan Ramadhan💥

❓Tanya:

Apabila suami menggauli istrinya pada siang hari bulan Ramadhan—dia memaksa istrinya untuk melayaninya—dan mereka berdua tidak mampu memerdekakan budak ataupun berpuasa karena sama-sama sibuk mencari nafkah, bolehkah mereka memberi makan orang miskin saja? Berapa ukuran makanan tersebut dan apa jenisnya?

🔑 Jawab:

Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin rahimahullah menjawab:

“Apabila suami memaksa istrinya untuk berjima’, padahal mereka berdua sedang berpuasa, puasa sang istri sah dan tidak ada kaffarah baginya.

Adapun suami, dia harus membayar kaffarah karena jima’ yang terjadi adalah inisiatifnya dan dilakukan pada siang hari bulan Ramadhan. 

👉 Kaffarahnya adalah memerdekakan budak; jika tidak mendapatkannya, berpuasa dua bulan berturut-turut; jika tidak mampu, memberi makan enam puluh orang miskin. Hal ini berdasarkan hadits Abu Hurairah dalam Shahih al-Bukhari dan Shahih Muslim. Selain itu, dia wajib mengqadha.”

(Fatawa al-Mar’ah al-Muslimah no. 472)

https://qonitah.com/fatwa-fatwa-seputar-puasa/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *