WANITA HAID, MUNGKINKAH MEMPEROLEH LAILATUL QADR?

◾🔴 Wanita Haid, Mungkinkah Memperoleh Lailatul Qadar?

❓Pertanyaan:
Bismillah, ana mau bertanya. Ibadah apa yang bisa dilakukan oleh wanita haid/nifas pada malam-malam di bulan Ramadhan, terutama pada sepuluh malam terakhir? Apakah wanita haid yang tidak berpuasa juga bisa berjumpa dengan Lailatul Qadar?

🔑 Jawab:

Lailatul Qadar adalah malam yang pasti akan turun pada setiap tahun, pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan.

Setiap orang yang hidup pada bulan Ramadhan pasti akan melewati Lailatul Qadar.

Namun, masalahnya, siapakah mereka yang beruntung dengan malam ini❓

👉 Orang yang beruntung adalah mereka yang menegakkan Lailatul Qadar dengan iman dan ihtisab (mengharapkan pahala).

✓ Sebagaimana disabdakan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam,

مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيْمَانًا وَاحْتِسَابًا، غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barang siapa menegakkan Lailatul Qadar dengan iman dan ihtisab, Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”

Itulah yang dilakukan Rasulullah  shallallahu ‘alaihi wassalam. Jika telah masuk sepuluh hari terakhir Ramadhan, beliau menghidupkan malam-malamnya dengan shalat dan membaca al-Qur’an.

Bahkan, Malaikat Jibril mengunjungi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam untuk memurajaah bacaan al-Qur’an Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam. Beliau hidupkan pula Lailatul Qadar dengan doa dan zikir. Tidak lupa, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam juga membangunkan istri-istrinya.

Ketahuilah bahwa wanita nifas atau haid pun akan mendapatkan Lailatul Qadar jika menghidupkan malam tersebut dengan iman dan ihtisab. Kesucian dari haid dan nifas tidak menjamin seorang wanita mendapatkan kemuliaan Lailatul Qadar. Di samping itu, puasa bukanlah syarat seorang wanita mendapatkan kemuliaan malam tersebut.

Hidupkanlah malam-malam Ramadhan dengan melakukan semua amalan yang diperbolehkan bagi wanita haid, seperti
• membaca al-Qur’an,
• berzikir,
• dan memperbanyak doa

Termasuk doa yang diajarkan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam ketika ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha bertanya kepada beliau,

اللهم إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

“Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan suka memberi maaf, maka maafkanlah aku.”

Doa tersebut umum bagi umat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam, termasuk wanita yang haid. Allahu a’lam bish shawab.

Semoga Allah memberi kita kemudahan untuk menghidupkan Lailatul Qadar dan mendapatkan berkah dari Allah subhanahu wa ta’ala. Amin.

Al-Ustadz Muhammad Rijal, Lc.
https://qonitah.com/ruang-konsultasi-edisi-15/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *