SHALAT DAN PUASA HANYA DI BULAN RAMADHAN

🕌 Sholat dan Puasa Hanya di Bulan Ramadhan 🚨

Fatwa Ulama Syaikh Sholih al-Fauzan hafizhahullah

❓Tanya:
Ada orang yang mau menjalankan sholat dan puasa hanya di bulan Ramadhan. Setelah Ramadhan berlalu, ia tidak mau mengerjakan sholat lagi. Apakah puasanya sah?

🔑Jawab:

“Sholat adalah salah satu rukun Islam, yaitu rukun kedua setelah syahadat. Sholat hukumnya fardhu ‘ain. Barangsiapa yang meninggalkan sholat karena mengingkari kewajibannya atau karena malas mengerjakannya, maka ia telah kafir.

Orang yang mengerjakan puasa Ramadhan dan sholat pada bulan tersebut namun ketika Ramadhan berlalu ia tidak mau sholat lagi, maka ia telah melakukan penipuan kepada Allah subhanahu wa ta’ala.

Ia adalah seburuk-buruk hamba, yang hanya ingat kepada Allah subhanahu wa ta’ala di bulan Ramadhan saja.

Orang yang demikian keadaannya maka puasanya tidak sah karena ia meninggalkan sholat di luar bulan Ramadhan. Karena dengan perbuatannya itu ia telah kafir dengan kekafiran akbar, meskipun ia tidak mengingkari kewajiban sholat, berdasar pendapat ulama yang paling shohih.

✓ Nabi Shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda:
الْعَهْدُالَّذِي بَيْنَنَاوَبَيْنَهُمْ الصَّلاَةُفَمَنْ تَرَكَهَافَقَدْكَفَرَ
“Perjanjian antara kita dengan mereka adalah sholat. Barangsiapa yang meninggalkannya maka telah kafir.”
(HR. Imam Ahmad, Abu Dawud, at-Tirmidzi, an-Nasai dan ibnu Majah dengan sanan shohih, dari hadits Buroidah al-Aslami Rodhiyallohu ‘anhu)

رَأْسُ اْلأَمْرِاْلإِسْلاَمُ وَعَمُودُهُ الصَّلاَةُوَذِرْوَةُسَنَامِهِ الْجِهَادُفِي سَبِيْلِ اللهِ
“Pokok agama adalah Islam, tiangnya adalah sholat, dan puncaknya adalah jihad fi sabilillah.”
(HR. Imam at-Tirmidzi dengan sanad shohih dari hadits Muadz bin Jabal Rodhiyallohu ‘anhu)

بَيْنَ الرَّجُلِ وَبَيْنَ الْكُفْرِوَالشِّركِ تَرْكُ الصَّلاَةِ
“Pembeda antara seorang laki-laki dengan kekafiran dan kesyirikan adalah meninggalkan sholat.”
(HR. Imam Muslim dari hadits Jabir bin Abdillah al-Anshori Rodhiyallohu ‘anhu)

Hadits-hadits lain yang semakna dengan hadits di atas jumlahnya masih banyak.

Semoga Allah subhanahu wa ta’ala menganugerahkan taufiq-Nya.

Shalawat dan salam semoga selalu dilimpahkan kepada Nabi Muhammad shallallaahu ‘alaihi wa salam, keluarganya dan para shohabatnya.
(Pertanyaan ketiga dari fatwa no. 102)

Dari Rubrik Fatwa Ramadhan, Majalah Fiqih Islami Fawaid Edisi ke-7/II/1435 H/2014 Halaman 85.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *