SAFAR TANPA MAHRAM UNTUK MENUNTUT ILMU

🚌💨💨 Safar Tanpa Mahram Untuk Menuntut Ilmu 📚

❓Soal:

Bismillah. ‘Afwan, mau tanya. Bagaimana hukum seorang akhwat pergi sendiri untuk menuntut ilmu dengan naik kendaraan umum tanpa didampingi mahramnya, lama perjalanan sekitar satu jam? Jazakumullahu khairan.

✏ Jawab:

“Bersyukurlah kepada Allah yang telah memberi Anda niat dan semangat untuk menuntut ilmu al-Kitab dan as-Sunnah. Teruslah memupuk niat dan semangat tersebut dengan senantiasa memohon kepada Allah kemudahan, baik kemudahan dalam mencarinya, kemudahan dalam memahaminya, maupun kemudahan dalam mengamalkannya.

Adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam selalu memohon kepada Allah ilmu yang bermanfaat dan mengamalkan ilmu tersebut. Setiap pagi beliau memanjatkan doa,

اللهم إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَرِزْقًا طَيِّبًا وَعَمَلًا مُتَقَبَّلًا

“Ya Allah, aku mohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang baik, dan amalan yang diterima.”

Terkait dengan pertanyaan, jika perjalanan Anda dalam menuntut ilmu tersebut mencapai jarak safar, Anda wajib ditemani mahram. Namun, apabila perjalanan tersebut tidak mencapai jarak safar, kami wasiatkan kepada Anda untuk tetap berusaha didampingi mahram karena perjalanan tersebut memakan waktu cukup lama. Dua jam pulang pergi adalah perjalanan panjang dan sangat riskan bagi seorang muslimah yang multazimah. Lebih-lebih lagi, di akhir zaman ini semakin banyak kejelekan dan fitnah, bukan hanya di jalan raya, melainkan juga di angkutan-angkutan umum.

Islam adalah agama yang sangat bersemangat menjaga kaum wanita dan mendudukkan mereka pada martabat yang tinggi. Ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam melakukan safar menunaikan Haji Wada’, saat beliau hendak pulang meninggalkan Makkah menuju Madinah, ‘Aisyah meminta izin untuk menunaikan umrah dari Tan’im. Tan’im berjarak hanya sekitar 6 km dari Masjid al-Haram. Untuk ibadah tersebut, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam menugasi ‘Abdurrahman bin Abu Bakr radhiyallahu ‘anhu, saudara kandung ‘Aisyah, untuk mendampingi ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha.

📌 Jika Anda tidak mendapatkan mahram dalam safar menuntut ilmu, atau banyak fitnah yang dikhawatirkan dalam perjalanan tersebut, manfaatkanlah teknologi yang dimudahkan oleh Allah bagi kita saat ini. Dengan memanfaatkannya, Anda tetap bisa menuntut ilmu syariat. 
💿 Alhamdulilah, kaset-kaset para ulama dan asatidzah (para ustadz) Ahlussunnah wal Jama’ahmudah didapatkan. Pilihlah tema-tema yang terpenting di antara yang penting untuk dipelajari, baik masalah akidah, ibadah, maupun masalah yang lain. Susunlah jadwal yang rapi untuk mempelajari ilmu-ilmu tersebut.
📻 Anda juga bisa mendengarkan siaran radio-radio salafi yang menyiarkan secara langsung atau ulang dari taklim-taklim yang bermanfaat.
📚📖 Sibukkan pula diri Anda dengan membaca buku-buku dan majalah terbitan Ahlussunnah wal Jama’ah yang saat ini cukup banyak, walhamdulillah.

☝🏻✏ Dengan Anda menempuh semua jalan tersebut, semoga Allah memudahkan segala pintu ilmu dan pintu jannah bagi Anda.

✓ Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda,

مَنْ سَلَكَ طَرِيْقًا يَلْتَمِسُ فِيْهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللهُ لَهُ بِهِ طَرِيْقًا إِلَى الْجَنَّةِ

“Barang siapa menempuh jalan untuk menuntut ilmu, Allah akan memudahkan baginya dengan itu jalan menuju surga.”

Dalam sebuah majelis di Masjid Nabawi, asy-Syaikh ‘Abdul Muhsin al-‘Abbad disodori sebuah pertanyaan dari seorang wanita. Wanita tersebut bertanya perihal safar tanpa mahram untuk menuntut ilmu, menghadiri majelis masyayikh yang kebetulan tidak ada di kotanya.

Asy-Syaikh mengingatkan agar wanita ini tetap di rumahnya dan tidak melakukan safar tanpa mahram. Selanjutnya, beliau mendorongnya untuk sering-sering mendengarkan kaset-kaset para ulama dan memanfaatkan berbagai kemudahan yang dibukakan oleh Allah pada zaman ini.

📝 Demikian beberapa nasihat yang bisa kami tulis. Semoga Allah senantiasa membimbing kita di atas jalan ilmu dan memudahkan jalan untuk mendapatkan dan mengamalkannya. Amin.

Al-Ustadz Muhammad Rijal, Lc.
Sumber: https://qonitah.com/ruang-konsultasi-edisi-15/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *