MAKNA PUASA SEBAGAI TAMENG

🍴 Makna “Puasa Sebagai Tameng”

Soal:

Dalam hadits yang berisi anjuran Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam kepada para pemuda untuk menikah disebutkan,

وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ

“Maka siapa yang tidak mampu menikah, hendaklah ia berpuasa karena puasa itu sebagai tameng baginya.”
(HR. al-Bukhari dan Muslim)

Apa makna ucapan Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam di atas, dan apa pula hikmahnya?

📝 Jawab:

Fadhilatusy Syaikh Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafizhahullah menjawab sebagai berikut.

✓ Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

يَامَعْشَرَالشَّبَابِ، مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمُ الْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِوَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ، وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ

“Wahai sekalian pemuda, siapa di antara kalian yang telah mampu, hendaknya ia menikah karena menikah itu lebih menundukkan pandangan dan lebih menjaga kemaluan. Maka siapa yang tidak mampu menikah, hendaklah ia berpuasa karena puasa itu sebagai tameng baginya.”

Makna hadits ini jelas, yaitu jika seorang pemuda kuat syahwatnya dan kuat pendorong untuk melakukan hubungan badan/jima’, seharusnya ia bersegera untuk menikah, agar ia dapat melampiaskan hasratnya di jalan yang halal yang disyariatkan. Ia pun selamat dan jauh dari perkara yang Allah subhanahu wa ta’ala haramkan, karena Allah subhanahu wa ta’ala telah mencukupi seorang muslim dengan yang halal dari yang haram.

Oleh sebab itu, hendaknya si pemuda menikah agar terjaga kehormatan dirinya dan pandangan matanya tunduk atau tertahan dari melihat yang haram. Dalam pernikahan ada penjagaan bagi seorang muslim.

Namun bila ia tidak mampu dari sisi materi (misalnya) untuk menikah karena kefakirannya, dan tentu saja ia tidak punya kemampuan untuk menanggung beban nikah (memberi belanja dan semisalnya), ia menuju kepada puasa, karena puasa adalah salah satu dari obat. Puasa akan meredam dan melemahkan syahwatnya.

Dengan berpuasa, si pemuda akan selamat dari menggumbar pandangan matanya atau melihat kepada apa yang Allah subhanahu wa ta’ala haramkan, karena ia merasa sedang dalam ibadah. Ia pun menundukkan pandangannya dan menjaga ibadahnya. Pada puasa ada jaminan dan penjagaan bagi seorang muslim dari terjatuh kepada yang haram.

Demikianlah di antara faedah puasa, bahkan hal ini termasuk faedah puasa yang terbesar.

🛡Karenanya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam menyatakan, فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ, karena puasa itu sebagai tameng baginya.

Maksudnya, puasa akan meredam syahwatnya. Syahwat buruk yang dikhawatirkan bahayanya itu akan pupus atau hancur dengan puasa.

📝 Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits yang mulia ini membimbing pemuda kepada dua obat yang agung:

1⃣. Menikah

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda tentang nikah,

فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِوَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ

“… karena menikah itu lebih menundukkan pandangan dan lebih menjaga kemaluan.”

Apabila tidak mampu, ia beralih kepada obat yang kedua.

2⃣. Puasa, karena puasa memiliki pengaruh yang sudah diketahui pada kejiwaan dan akhlak seorang muslim.

(Majmu’ Fatawa Fadhilatusy Syaikh Shalih bin Fauzan al-Fauzan, I/195-196)

Dikutip dari rubrik Fatawa Al-Mar’ah Al-Muslimah, Majalah Asy Syariah No. 88/VIII/1433 H/2012, hal: 98-99

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *