DOA PERLINDUNGAN UNTUK BUAH HATI

🎒🧦🎒🧦🎒🧦🎒🧦🎒🧦🎒🧦🎒🧦🎒

🤲🏻🍬 Doa Perlindungan untuk Buah Hati*

✏ Al-Imam Al-Bukhari rahimahullaah meriwayatkan hadits ‘Abdullah bin ‘Abbas radhiyallaahu ‘anhu,

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُعَوِّذُ الْحَسَنَ وَالْحُسَيْنَ: أُعِيذُ كُمَا بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّةِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ، وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لَامَّةٍ

“Dahulu Rasulullaah shallallaahu ‘alaihi wasallam memintakan perlindungan kepada Allah untuk Hasan dan Husain dengan doa,
‘Aku memintakan perlindungan kepada Allah bagi kalian berdua dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna, dari setan dan binatang berbisa, dan dari setiap mata yang jahat’.”

📝 Makna Doa

✏ أُعِيذُ كُمَا بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّةِ

• Kalimat Allah yang dimaksud dalam doa di atas adalah kalimat syar’iyyah, yaitu al-Qur’an, yang diturunkan kepada Rasul-Nya yang mulia. Terkandung di dalamnya ayat-ayat Allah yang benar dalam pemberitaan, serta adil dalam perintah dan larangan, sehingga wajib untuk diikuti dan diaplikasikan dalam keseharian.

Dalam kalimat ini pula terkandung faedah penting bahwa Al-Qur’an bukanlah makhluk.

✏ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ

• Yang dimaksud dengan hammah adalah binatang berbisa seperti ular, kalajengking, dan kelabang, yang dapat membahayakan manusia.

✏ وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لَامَّةٍ

• Kalimat ini ditafsirkan dengan ‘ain yang disebabkan oleh hasad yang timbul pada sebagian manusia.
🥀 Apabila hasad tertuju pada sesuatu, maka Allah subhanahu wata’ala bisa menghendaki kejelekan pada orang yang terkena hasad.

✓ Kita hanya boleh meminta perlindungan kepada Allah subhanahu wata’ala semata, tidak kepada selain-Nya.

📝 Dalam hadits di atas Rasulullaah shallallahu ‘alaihi wasallam berlindung dengan kalimat sempurna menunjukkan bahwa Al-Qur’an bukanlah makhluk, karena Al-Qur’an merupakan ucapan-ucapan Allah. Selain itu, isti’adzah merupakan ibadah yang hanya boleh ditujukan untuk Allah.

🎒Mendidik dan menjaga anak adalah tugas setiap orangtua, sehingga hendaknya para orangtua bersemangat untuk senantiasa menjaga mereka, baik secara jasmani maupun rohani.

Dikutip dari:
Al-Ustadz Abu Sabiq Ali. hal.50-51. Rubrik Wirid Majalah Qonitah edisi 36/ vol. 03/ 1440 H – 2019 M

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *