KALA DIRINYA MENGELUH

💧 KALA DIRINYA MENGELUH

☀ Siang saat kembali dari sekolah, terkadang anak membawa sebuah kegalauan di hatinya. Terlihat hal itu dari raut muka mungil yang masih polos nan lugu. Saat kita sambut dirinya, wajah cerianya pun belum juga muncul. Tampaknya perlu dipancing dengan lembut supaya keruwetan yang mengganggu jiwanya bisa terurai satu persatu. Apa gerangan yang terjadi padanya di sekolah tadi?

🛋 Duduk istirahat sesaat, memberikan minuman dan makanan ringan serta membiarkan dirinya merasakan pergantian suasana, bisa menjadi alternatif cara membuka percakapan. Bila ketegangan kian mereda, kita bisa berharap bisa mengorek sebab kegundahannya.

🗯 Bisa jadi saat itu anak akan menyampaikan isi hatinya. Mungkin terjadi cekcok dengan teman sekelas. Atau mengeluhkan gurunya yang dianggap memberikan terlalu banyak tugas. Bisa jadi pula mengeluh capek karena piket. Ataupun keluhan manusiawi lainnya yang masih dalam batasan wajar tatkala hal itu muncul. Terlebih dari makhluk kecil yang belum sempurna akalnya.

✒ *Menghadapi keluhan mereka, kita sangat dituntut untuk bersikap bijaksana.

🔊 Mendengarkan dengan seksama, ✋ namun tidak langsung kita terima mentah-mentah. Lebih-lebih langsung mempercayai semua ucapan mereka.

🎒 Ingatlah bahwa akalnya belumlah sempurna. Pemahaman mereka masih sangat butuh untuk diperbaiki. Artinya, sangat mungkin mereka salah paham terhadap kenyataan yang ada.

🏷 Sebagai contoh, saat anak-anak berisik di kelas, ngobrol dengan teman sehingga mengganggu pelajaran, sangat wajar apabila guru memberikan peringatan.
💦 Namun laporan anak yang sampai ke orang tua bisa jadi hanya tentang marahnya guru kepada dirinya. Karena marahnya guru itulah yang sangat melekat di dalam hatinya, sementara dia belum sadar bahwa dirinya lah sebab kemarahan tersebut.

Gambaran di atas hanyalah sebuah contoh. Sangat mungkin terjadi berbagai laporan yang diterima orang tua dari anaknya perihal kejadian di sekolah.

☝🏻 Oleh karena itu sebagai orang tua yang menginginkan kebaikan bagi anak, semestinya kita tidak hanyut sehingga terbawa emosi.

📲 Bila perlu, dilakukan konfirmasi dengan guru di sekolah.

📞 Lakukan langkah yang tepat, tanyakan kepada guru apa yang sebenarnya terjadi.

👉🏻 Apabila memang didapatkan masalah, maka konsultasikan dengan para guru bagaimana penyelesaian yang tepat.

👉🏻 Bekerjasamalah dengan pihak sekolah untuk mencari solusi yang terbaik terkait dengan anak-anak.

👉🏻 Hindarilah ghibah, atau membicarakan permasalahan dengan orang-orang yang kurang tepat sehingga memperbesar masalah.

👉🏻 Kemudian terhadap anak, kita semestinya tetap mengarahkan mereka agar senantiasa berakhlak mulia terhadap guru.
✋ Jangan sampai kita jatuhkan martabat guru di depan anak-anak dengan membicarakan aib guru di depan mereka dan sebagainya.
Justru kita harus mengajari mereka agar senantiasa memuliakan guru. Berterima kasih kepada mereka, karena jasa mereka yang sangat besar dalam mengajarkan kebaikan kepada anak-anak.

👉🏻 Membimbing mereka untuk menaati apa yang diperintahkan guru kepada mereka, selama tidak menyelisihi syariat.

👉🏻 Demikian pula ajari mereka untuk mendoakan kebaikan bagi sang guru. Karena hal inilah yang diajarkan oleh para pendahulu kita yang shaleh. Mereka sangat menghormati dan memuliakan para guru mereka.

✏ An Nawawi رحمه الله dalam Al Majmu’Fatawa Syarhul Muhadzab jilid 1 Bab Adabul Muta’allim (adab bagi murid) mengatakan, sebagian ulama terdahulu apabila berangkat menuju gurunya, ia bersedekah dengan sesuatu kemudian berdoa,
“Ya Allah tutuplah aib guruku dariku, jangan hilangkan keberkahan ilmunya dariku.”

👉🏻 Demikianlah pembaca, sebagai orang tua tentunya kita harus mengajarkan kepada anak-anak agar senantiasa beradab kepada guru mereka.

👉🏻 Jaga nama guru mereka dihadapkan anak-anak supaya mereka tetap menghormati dan memuliakan sang guru.

👉🏻 Dengan begitu kita harapkan ilmu yang mereka pelajari mendapatkan berkah dari Allah sehingga bermanfaat bagi kehidupan mereka di dunia dan akhirat. Amin ya Rabb.

[Ustadzah Ummu Umar]
Sumber: Majalah Tashfiyah VOL.08 1440H/2019M #87

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *