HUKUM MEMANJANGKAN KUKU

Hukum Memanjangkan Kuku

❓Tanya:
Apakah hukum memanjangkan kuku?

✒Jawab:

” Tidak boleh memanjangkan kuku karena hal itu menyelisihi sunah fitrah yang dianjurkan oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Di antara sunah fitrah tersebut adalah memotong kuku, mencabut bulu ketiak, mencukur bulu kemaluan, dan menggunting kumis, tidak boleh lebih dari empat puluh malam.

Hal ini berdasarkan riwayat Muslim dalam kitab Shahih beliau, dari Anas Radhiyallahu ‘anhu mengatakan,
“Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memberi batasan waktu kepada kami dalam mengguntig kumis, memotong kuku, dan mencukur bulu kemaluan, untuk tidak meninggalkan sesuatu pun darinya lebih dari empat puluh malam.”

Maka, wajib bagi para wanita tersebut untuk bertobat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan meninggalkan kebiasaan buruk yang bertentangan dengan perintah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman yang artinya,
“Dan segala hal yang Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berikan kepada kalian, maka ambillah, dan apa yang Dia larang, maka berhentilah.”
[Terjemah Q.S. Al Hasyr:7]

Allah Subhanahu wa Ta’ala juga berfirman yang artinya,
“Hendaknya waspada orang yang menyelisihi perintahnya (Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam), akan menimpa mereka hukuman atau menimpa mereka azab yang pedih.”
[Terjemah Q.S. An Nur:63].

Wabilahit taufiq, wa shallallahu ‘ala nabiyyina Muhammad wa alihi wa shahbihi wa sallam.

[Pertanyaan pertama Fatwa Al Lajnah Ad Daimah no 19771, Komite diketuai Syaikh Abdul Aziz bin Baz Rahimahullahu Ta’ala]

Dikutip dari Majalah Tashfiyah Vol. 07 1440 H/2019M hal: 53.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *