DI BALIK HARUMNYA NAMA MEREKA…

📌✅✅📌

💬🌹 Di Balik Harumnya Nama Mereka…

“Nak, tuntutlah ilmu. Fokuslah engkau untuk belajar. Tidak usah risau dengan perbekalanmu. Aku yang akan menanggung semua kebutuhanmu dengan sedikit hasil pintalanku,” kira-kira itulah ucapan salah seorang ibu kepada anaknya. Meski sedikit hasil dari memintal, meski hidup dalam kesederhanaan, sang ibu terus mendorong anaknya untuk terus menuntut ilmu.

Tak hanya dalam bekal materi saja, sang ibu terus melihat dan memerhatikan hasil perkembangan ilmu anaknya.

“Nak, kalau engkau menulis sepuluh huruf, lihatlah, apakah engkau merasakan ada tambahan rasa takut kepada Allah, kesabaran, dan ketenangan pada dirimu? Jika tidak, maka ilmu itu justru memudaratimu dan tidak berguna untukmu,” kata sang ibu.

☝🏻 Ya, demikianlah perhatian sang ibu kepada anaknya. Kejadian ini terjadi pada sekitar abad pertama hijriah, anak itulah yang dinamai Sufyan, Sufyan bin Sa’id bin Masruq Ats Tsauri.

Siapa beliau❓

Tentu Anda telah mendengar nama harumnya, seorang ulama ternama di zamannya, imam, fakih, zahid, sampai-sampai lbnul Mubarak mengatakan,
“Tiada seorang pun yang kutulis riwayat darinya yang lebih baik daripada Sufyan Ats Tsauri rahimahullah.”

✏ Di belahan bumi yang lain, pada kurun generasi yang berbeda, bertepatan pada tahun 1330 H, seorang anak dilahirkan ke dunia. Fisiknya lemah. Dia baru bisa berjalan saat usianya tiga tahun. Ayahnya telah meninggal semenjak kecil. Di usia keenam belas, matanya terkena penyakit. Hingga, pada usia 19 tahun, penglihatannya telah buta total. Namun sang ibu tetap tak berputus asa. Dia terus mengasuh anaknya di atas kemuliaan. Dia terus mendidik anaknya di atas jalan thalabul ilmi (menuntut ilmu). Hingga anaknya tumbuh, bersemangat dan bersegera dalam kebaikan.

○> Sang anak senantiasa datang awal ke masjid pada waktu salat.
○> Dia pun terkenal dermawan. Setiap dia salam kepada seseorang, dia ajak makan siang atau makan malam bersama, meski seadanya, dengan kurma atau hidangan yang mudah untuknya.
○> Adapun pada masa tuanya, sang anak tumbuh memenuhi dunia ini dengan ilmu dan perbaikan. Fatwanya terus didengar dan dibaca meski jasadnya telah meninggal. Namanya terus semerbak hingga waktu ini. Dialah Imam Allamah Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz rahimahullah.

•• Pembaca, rahimakumullah, dua kisah yang kami sebutkan ini hanyalah contoh. Kalau kita gali lebih dalam, niscaya kita dapatkan hal yang serupa. Sebutlah nama harum berikut: Imam Malik, Imam Asy Syafi’i, Imam Ahmad, Imam Al Bukhari, dan masih banyak sederetan nama lainnya, yang menampakkan hal yang sama.

Bahwa, seorang tokoh akan muncul dari seorang ibu yang bijaksana, ibu yang memerhatikan anaknya dan mengarahkan anaknya menjadi pribadi mulia.

👓 “Ibu adalah madrasah. Jika engkau mempersiapkannya, engkau mempersiapkan sebuah bangsa dan generasi yang baik.

👓 Ibu adalah ujung tombak peradaban. Merekalah yang akan mempersiapkan anak-anak generasi setelahnya.

👓 Saat sang ibu salehah, hasil yang didapatkan pun niscaya cemerlang insya Allah.

👓 Ibu yang mendidik anaknya untuk zuhud, hidup sederhana, mempersiapkan anak untuk menghadapi kesulitan dan kepayahan, niscaya akan lahir generasi tangguh dan kokoh.

💧🔥 Berbeda dengan ibu yang tidak mempersiapkannya demi hal tersebut.
•Menangis, saat anaknya sedikit merasakan kepayahan.
•Mengeluh saat anaknya sedikit mendapatkan kesulitan menerapkan peraturan pondok.
Yang seperti ini, anak akan tumbuh menjadi pribadi yang cengeng, tidak tahan banting, dan akan menjadi anak yang mudah terkalahkan.

👉🏻👉🏻 Generasi yang berani maju jihad melawan musuh, hanya akan lahir jika sang ibu terus memberikan dorongan untuk berani berkorban di jalan Allah.

✒ Karena itu, jadilah ibu yang salehah demi anak-anak Anda.

Persiapkan diri Anda, wahai ibu, untuk mempersiapkan generasi setelah Anda.

💼 Demikian pula para ayah, pilihlah ibu yang akan menjadi madrasah bagi anak Anda, anak yang kelak akan menjadi penerus perjuangan Islam. Wallahu a’lam bish shawab.

[Abu Yusuf Abdurrahman]

Dikutip dari Majalah Tashfiyah Vol. 07 1439 H/2018 M Edisi 75 (hal. 110 – 112)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *