MEMAKMURKAN MASJID BERSAMA MEREKA

🕌 MEMAKMURKAN MASJID BERSAMA MEREKA

Berputarnya waktu sebanding lurus dengan roda kehidupan anak manusia. Manusia lahir, menjadi anak, beranjak dewasa, kemudian menjadi tua lalu hilang berganti generasi setelahnya.

Jejak kehidupan pun digantikan oleh generasi penerus yang mewarisi ayah-ayah mereka, meneruskan rangkaian kehidupan yang telah ada. Berputarnya kehidupan digambarkan oleh Allah yang dalam firman-Nya:

ثُمَّ نُخۡرِجُكُمۡ طِفۡلًا ثُمَّ لِتَبۡلُغُوٓا أَشُدّكُمۡ وَمِنكُم مَّن يُتَوَفَّىٰ وَمِنكُم مَّن يُرَدُّ إِلَىٰٓ أَرۡذَلِ ٱلۡعُمُرِ لِكَيۡلَا يَعۡلَمَ مِنۢ بَعۡدِ عِلۡمٖ شَيۡـًٔاۚ وَتَرَى ٱلۡأَرۡضَ هَامِدَةً فَإِذَآ أَنزَلۡنَا عَلَيۡهَا ٱلۡمَآءَ ٱهۡتَزَّتۡ وَرَبَتۡ وَأَنۢبَتَتۡ مِن كُلِّ زَوۡجٍ بَهِيجٍ

“… kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi kemudian kamu menjadi dewasa. Dan di antaramu ada yang diwafatkan dan ada yang dipanjangkan umurnya hingga menjadi pikun sehingga dia tidak mengetahui lagi sesuatupun yang telah dia ketahui dahulu. Dan kamu lihat bumi itu kering dan apabila Kami turunkan air dari atasnya hiduplah bumi itu dan suburlah menumbuhkan berbagai macam tumbuhan yang indah.”
[Q.S. Al-Hajj: 5]

Peran orang tua dalam mentransfer segala pernik kehidupan kepada penerus menjadi perkara yang penting. Oleh karenanya kaum muslimin pun hendaknya mendidik putra-putri mereka dengan didikan syariat Islam untuk melanjutkan tongkat estafet yang berdasarkan akidah dan pemahaman Islam.

●} GENERASI MUDA YANG TERDIDIK MENCINTAI RUMAH ALLAH

Di antara pendidikan orang tua muslim yang penting atas anak- anak mereka adalah pendidikan untuk mencintai masjid, sebagai rumah Allah.

Anak-anak terdidik untuk mendekat kepada masjid, dan terdidik mencintai tempat tersebut.

Perlu diketahui bahwa di antara perkara pertama yang dilakukan Rasulullah ﷺ saat beliau datang ke Negeri Madinah sebagai seorang yang berhijrah adalah membangun masjid sebagai pusat gerak dan aktivitas kaum muslimin. Setiap saat, minimalnya 5 kali sehari kaum muslimin berkumpul untuk menunaikan ibadah salat fardhu di sana. Kita bisa membayangkan keakraban dan kedekatan hubungan mereka dengan sebab seringnya mereka bersama beribadah dan berinteraksi pada perkara yang makruf. Dengan seringnya bergaul dengan muslim lainnya dalam kontek pelaksanaan ibadah, akan membangun sikap saling taawun dan kasih sayang antara mereka, selain tentu ada berbagai manfaat yang dapatkan.

○> Allah سبحانه وتعالى berfirman:

إِنَّمَا يَعۡمُرُ مَسَٰجِدَ اللَّهِ مَنۡ ءَامَنَ بِاللَّهِ وَالۡيَوۡمِ الۡأٓخِرِ وَأَقَامَ الصَّلَوٰةَ وَءَاتَى ٱلزَّكَوٰةَ وَلَمۡ يَخۡشَ إِلَّا اللَّهَ فَعَسَىٰٓ أُوْلَٰٓئِكَ أَن يَكُونُوا مِنَ الۡمُهۡتَدِينَ

“Hanyalah yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan salat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.”
[Q.S. At Taubah:18]

Di sinilah peran orang tua dalam mendidik anak mereka agar menjadi orang yang mencintai masjid.

💦 Betapa seringnya kita saksikan lengangnya masjid dari para pemuda dan anak-anak. Sepinya masjid- masjid dari keberadaan mereka, adalah sebuah kenyataan menyedihkan yang menggambarkan bahwa masjid-masjid telah banyak kehilangan generasi penerus yang menjadi pemakmurnya.
Sebuah kenyataan yang menunjukkan berbahayanya masa depan muslimin negeri ini. Kita tentu tidak menginginkan generasi kita menjadi generasi yang disebutkan dalam Al Quran yang artinya;
“Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui kesesatan.”
[Q.S. Maryam :59]

●} MENJADI CONTOH DALAM KESALEHAN

Mendidik, bukan hanya dengan kata-kata. Sebab, mereka yang dididik tetap akan menilai dari sisi praktik para pendidiknya. Akan susah didapatkan kesuksesan dalam mendidik tanpa disertai tauladan yang bisa dicontoh oleh mereka para peserta didik. Oleh karenanya, para ayah dituntut menjadi orang pertama yang mencontohkan kepada anaknya untuk rajin mendatangi masjid, menunaikan salat berjamaah, menghadiri majelis taklim di masjid dan sebagainya. Sehingga dengan praktik nyata dari para orang tua diharapkan akan muncul generasi muda yang menjadi penerus kaum muslimin dalam kebaikan. Wallahu a’lam.

[Ustadz Hammam]

Dikutip dari Majalah Tashfiyah Edisi 80 Vol. 7 1439 H/2018 M (hal. 105 – 107)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *