Penyakit Infeksi Virus Corona/Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) Bagian 11

Penyakit Infeksi Virus Corona/Coronavirus Disease 2019 (Covid-19)

Tuntunan Islam Menghadapi Wabah Virus Corona & Lainnya (Bagian 11)

📍 Pendahuluan

Musibah wabah penyakit infeksi virus Corona (Covid-19), qadarullah wa ma sya`a fa’al telah mendera dunia termasuk Indonesia. Penyakit yang pertama kali ditemukan di Cina tersebut telah menyebar dan menimbulkan korban jiwa. Adanya penyebaran virus menyebabkan kekhawatiran di seluruh penjuru dunia termasuk Indonesia.
Alhamdulillah, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kesehatan Republik Indonesia telah menginstruksikan jajarannya, termasuk pusat-pusat fasilitas kesehatan, untuk mengantisipasi penyakit infeksi virus Corona (Covid-19) tersebut. Berikut akan dibahas secara ringkas tentang virus Corona, penyakitnya serta pencegahan dan penanganannya.

📍 Penyakit Infeksi Virus Corona (Covid-19)

Penyakit Infeksi virus Corona (Covid-19) adalah penyakit infeksi saluran pernapasan yang disebabkan oleh SARS-COV-2. Virus tersebut merupakan virus Corona jenis baru yang belum pernah teridentifikasi sebelumnya pada manusia dan muncul pertama kali di Cina.

Virus SARS-COV-2 termasuk dalam keluarga besar virus penyebab influenza biasa sampai infeksi saluran pernapasan yang berat, seperti MERS (Middle East Respiratory Syndrome, Sindrom Pernapasan Timur Tengah) dan SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome, Sindrom Pernapasan Akut Berat).

Virus Corona hidup bersirkulasi pada hewan, seperti unta, tikus bambu, musang, dan kelelawar serta merupakan virus zoonotik yang bermakna mampu berpindah dari hewan ke manusia. Disebut virus Corona karena bentuknya yang menyerupai mahkota. Kode genetik virus Corona (Covid-19) menyerupai kode genetik SARS-Like yang ada pada kelelawar yang mungkin bermutasi sebelum menginfeksi manusia.
Virus yang menginfeksi manusia masuk ke dalam sel tubuh dan memicu keluarnya sitokin, yaitu protein kecil di dalam sel yang berhubungan dengan infeksi, reaksi peradangan, dan imunitas/kekebalan tubuh. Banyaknya sitokin akan menyebabkan badai sitokin yang dapat memengaruhi derajat keparahan penyakit.

📍 Gejala dan Tanda (Gambaran Klinis) Penyakit Infeksi Virus Corona (Covid-19)

Gejala dan tanda penyakit infeksi virus Corona (Covid-19) ini dapat berupa demam tinggi (suhu badan sama dengan atau lebih tinggi dari 38 ˚C), batuk, pilek, nyeri tenggorokan, dan letih lesu. Kondisi tersebut hampir sama dengan penderita infeksi saluran pernapasan lainnya, seperti influenza biasa. Terkadang dapat disertai nyeri kepala, nyeri otot, batuk darah dan diare. Pada beberapa orang terutama dengan kondisi kesehatan yang lemah seperti usia lanjut atau memiliki riwayat penyakit diabetes dan penyakit jantung, gejala dan tanda penyakit infeksi virus Corona (Covid-19) dapat memberat berupa sesak napas akibat peradangan paru (pneumonia).

Virus juga dapat menyebabkan sindrom gangguan pernapasan akut berat, gagal ginjal, sepsis (infeksi yang menyebar di seluruh tubuh), syok sepsis, dan akhirnya dapat menimbulkan kematian, dengan izin Allah subhanahu wa ta’ala.

📍 Penyebaran Penyakit Virus Corona (Covid-19)

Sampai saat ini belum diketahui secara pasti bagaimana manusia bisa terinfeksi virus Corona (Covid-19). Para ahli masih terus melakukan penyelidikan untuk menentukan sumber virus tersebut, jenis paparan, cara penularan, dan pola klinis (gambaran penyakit), serta perjalanan penyakit. Hasil penyelidikan sementara dari beberapa institusi di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Cina, yaitu tempat pertama terjadinya kasus infeksi ini pada 31 Desember 2019, sebagian kasus terjadi pada orang yang bekerja di pasar hewan atau ikan. Namun, belum dapat dipastikan jenis hewan penular virus ini.
Data terkini perkembangan penyakit virus Corona (Covid-19) yang dikutip dari infeksiemerging.kemkes.go.id pada 19 Maret 2020 pukul 09.00 WIB, tingkat kematian sebanyak 4,1%. Total kasus penyakit di dunia sebanyak 191.127. Sebanyak 81.116 kasus dilaporkan dari Cina, dengan angka kesembuhan 69.601 dan angka kematian sebesar 3.231. Angka kematian infeksi virus Corona (Covid-19) tersebut masih lebih rendah dibanding infeksi virus Corona lain, seperti SARS (10%) dan MERS (40%). Sampai saat ini penyakit virus Corona (Covid-19) telah menyebar ke 160 negara termasuk Indonesia. Qadarullah wa ma sya`a fa’al.
Seseorang yang telah mengidap infeksi virus Corona dapat menularkan kepada orang lain. Virus Corona (SARS-COV-2) dapat menyebar melalui percikan cairan (droplet) saat batuk/bersin atau bicara. Penularan biasanya setelah kontak erat dengan penderita yang terinfeksi virus Corona seperti di tempat kerja, di rumah tangga, atau fasilitas pelayanan kesehatan.
Penularan juga dapat terjadi melalui lingkungan atau benda-benda yang terkontaminasi percikan cairan dari penderita yang terinfeksi virus Corona. Percikan cairan dapat terhirup atau masuk melalui mukosa/selaput lendir di mata atau kulit yang luka. Waktu yang diperlukan sejak tertular atau terinfeksi hingga munculnya gejala disebut masa inkubasi. Saat ini masa inkubasi penyakit virus Corona (Covid-19) diperkirakan antara 2—14 hari. Perkiraan masa inkubasi dapat berubah-ubah sesuai dengan kondisi atau perkembangan kasus penyakit.

📍 Pencegahan dan Penanganan Penyakit Infeksi Virus Corona (Covid-19)

Saat ini belum tersedia vaksin untuk mengatasi infeksi virus Corona. Namun, dengan menjaga kesehatan melalui pola hidup sehat dan menjaga kebugaran, insya Allah imunitas atau kekebalan tubuh akan terjaga. Hal ini insya Allah termasuk sebab yang efektif untuk mencegah infeksi virus Corona.


Upaya-upaya yang dianjurkan untuk mencegah penularan di antaranya:

  1. Senantiasa memohon perlindungan kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Membaca doa-doa atau zikir-zikir yang dituntunkan dalam Al-Qur’an dan Sunnah.
  2. Rajin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, terutama sebelum menyentuh hidung, mulut, dan mata. Mencuci tangan tangan sampai bersih dapat membunuh kuman dan merupakan tindakan yang mudah dan murah.
  3. Mengonsumsi makanan yang mengandung gizi seimbang dan memperbanyak sayur serta buah.
  4. Tidak mengonsumsi daging mentah atau dimasak tidak matang.
  5. Rutin berolah raga dan istirahat yang cukup.
  6. Menutup mulut dan hidung dengan tisu atau lengan atas bagian dalam apabila batuk atau bersin dan menggunakan masker apabila sakit batuk pilek. Membuang tisu dan masker yang sudah digunakan ke tempat sampah dan mencuci tangan setelahnya. Upaya tersebut dilakukan untuk menjaga agar diri dan lingkungan tidak tertular virus.
  7. Berhati-hati apabila kontak dengan hewan. Hindari kontak langsung dengan hewan dan permukaan yang bersentuhan langsung dengan hewan tanpa pelindung diri.
  8. Menghindari kontak dengan orang yang menderita penyakit infeksi saluran pernapasan.
  9. Menghindari bepergian ke daerah terjangkit..

Dalam menyikapi perkembangan infeksi virus Corona (Covid-19), seseorang diharapkan bersikap tenang, tidak panik, dan selalu waspada. Apabila seseorang menderita demam, batuk, pilek, nyeri tenggorokan, letih lesu, diare, dan sesak napas, dianjurkan segera berobat ke pusat atau fasilitas kesehatan.
Seseorang yang menderita keluhan di atas dan memiliki riwayat perjalanan ke daerah terjangkit atau kontak dengan penderita infeksi virus Corona (Covid-19), maka akan dilakukan pemeriksaan laboratorium untuk memastikan diagnosanya serta mendapatkan penanganan selanjutnya.
Berdasarkan adanya gejala utama infeksi Corona Virus (Covid-19), yaitu demam, batuk/pilek/nyeri tenggorok, dan sesak napas, riwayat bepergian ke daerah terjangkit atau kontak dengan penderita Covid-19 dalam dua pekan terakhir, para ahli mengelompokkan menjadi empat kelompok:
1) orang dalam pemantauan (ODP),
2) pasien dalam pengawasan (PDP),
3) suspect, atau
4) terkonfirmasi positif yang dibuktikan dengan tes laboratorium.
Orang dalam pemantauan (ODP) adalah orang dengan gejala ringan tanpa sesak, memiliki riwayat perjalanan dari daerah terjangkit, tetapi tidak ada riwayat kontak penderita infeksi virus Corona (Covid 19). Pasien kelompok ini insya Allah bisa ditangani di rumah atau tidak di rumah sakit, dengan sebelumnya tetap memeriksakan dan melapor ke fasilitas kesehatan.
Adapun PDP, dengan gejala mulai sesak dengan terdapat riwayat bepergian dari daerah terjangkit atau ada riwayat kontak, akan dirawat di rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut.
Alhamdulillah, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan jajarannya telah mempersiapkan pusat-pusat atau fasilitas kesehatan dan melakukan penanganan untuk mengantisipasi dan mengendalikan penyakit infeksi virus Corona (Covid-19). Pemerintah juga telah menyediakan pusat informasi resmi dan dapat diakses Halo Kemenkes: 150056 atau 119 atau (021) 5210411 atau 081212123119.
Sebagai penutup, hendaklah senantiasa disadari bersama bahwa terjadinya sakit dan penularan penyakit hanya dengan izin Allah subhanahu wa ta’ala. Hanya Allahlah satu-satu-Nya Dzat yang dapat memberikan kesehatan dan memberikan kesembuhan apabila kita sakit. Hanya kepada-Nya kita memohon dan bertawakal. Dengan senantiasa memohon kepada Allah semata dan melakukan upaya-upaya/ikhtiar, seseorang diharapkan dijauhkan dari segala penyakit dan mara bahaya.
Semoga Allah subhanahu wa ta’ala mengampuni kita, melindungi, dan menjaga kita semua. Amin.

Daftar Pustaka

Anonim, infeksiemerging.kemkes.go.id

Fathiyah Isbaniah, dkk, Pedoman Kesiapsiagaan Menghadapi Infeksi Novel Coronavirus Disease (2019-nCoV), Dirjen Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) Kemenkes RI, Februari 2020, Kemenkes RI, Jakarta

Erlina Burhan dkk, Pneumonia Covid-19 Diagnosis dan Penatalaksanaan di Indonesia, Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), 2020, Jakarta

Anonim, Press Conference Respon Covid-19, 3 Maret 2020, FKKMK UGM, Yogyakarta

Ditulis oleh Tim KKM (Komunitas Kesehatan Muslim) Kiswah

dr. Andi Dwihantoro, Sp.B, Sp.BA (K)
dr. Rizky Respati, Sp.PD
drg. Muhamad Agus Artono, Sp.BM
dr. Ramzy Syamlan, Sp.A
dr. Ahmad Jamil
Hamdani, A.Md.Kep

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *