TERUNTUK BAGI YANG MASIH PUNYA QALBU

TERUNTUK BAGI YANG MASIH PUNYA QALBU

✒️ Saudaraku…
Hari demi hari penyebaran virus corona (Covid-19) semakin laju. Data jumlah orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 terus bertambah setiap waktu.

💦 Namun sayang seribu sayang, masih ada di antara kita yang tak mau tahu. Seakan ancaman virus corona ini hanya dongeng orang tempo dulu.

🗒️ Berbagai imbauan, bahkan aturan dari pemerintah tak membuatnya haru. Alih-alih menaati, justru sikap ego dan acuh kuat membelenggu.

💧 Duhai betapa kasihannya saudara kita yang sedang dibelenggu nafsu itu. Jauh dari hidayah kepada jalan yang menenteramkan qalbu.

🗯️ Terkadang keluar dari lisannya ucapan yang membuat hati pilu,
“Nuruti corona gak mbadhok”, atau yang semisal itu.

💡  Rupanya nalarnya tak menjangkau. Jika qaddarallah dia tertular virus Corona, bukankah istri dan anaknya justru menjadi sengsara nan pilu❓❗
Jika dia meninggal dunia karenanya biidznillah, pilu semua keluarganya pun lebih besar dari itu.

🚲 Ingatlah, ekonomi bisa dikejar manakala masa covid-19 ini berlalu. Tapi nyawa tak bisa dikejar bila ia telah berlalu.

🦠 Dia tak berpikir, jika istri dan anaknya menjadi tertular biidznillah karena ulah dan sikapnya yang tak mau tahu itu, bukankah dia terancam akan kehilangan orang yang dicinta dan dirindu❓❗

☝🏻 Bersabarlah wahai saudaraku..Kemana pun kesulitan berada, pasti kemudahan akan memburunya dan akan mengalahkannya selalu.

✒️ Saudaraku…
Masih adakah yang punya qalbu?
Abai dan lalai, hingga menjadi sebab hancurnya masa depan orang yang dicinta dan dirindu.

🗯️ Mungkin ada yang menggerutu. ‘Saya selama ini beraktifitas bebas, toh sehat-sehat saja, tak ada gejala batuk, demam.’ dan yang semisal itu.
‘Saya alhamdulillah aman selalu!’

Jika demikian, tampaknya Anda termasuk orang yang belum tersapa ilmu, atau enggan menyapa ilmu.

📍 Tahukah Anda, tak sedikit orang tanpa gejala (OTG) yang ternyata positif Covid-19 tanpa dia tahu.

Tiap Hari, Biidznillah
Fakta dan data pun mengungkap bahwa tidak sedikit dari orang tanpa gejala (OTG) yang menjadi sebab penularan virus corona kepada orang lain (carier), tanpa dia sadar dan tahu.

✒️ Saudaraku…
Masih adakah yang punya qalbu?
Menyayangi diri, keluarga, saudara, tetangga, dan orang lain baik yang dia tahu maupun yang tak ditahu?

Bila kita berkaca, tegakah kita menjadi sebab kesengsaraan bagi diri kita sendiri dan orang-orang yang kita cintai nan kita rindu❓❗

Relakah kita menjadi biang kekacauan di lingkungan dan hunian tempat kita tinggal tanpa rasa malu❓❗

📝 Teriring pesan suci Baginda Rasul untuk umatnya agar bersikap bijak, tak melakukan perbuatan yang membahayakan dan tidak membalas perbuatan yang membahayakan dengan yang seperti itu.

لَا ضَرَرَ وَلَا ضِرَارَ

“Tidaklah boleh seseorang melakukan perbuatan yang membahayakan, dan tidak boleh pula membalas perbuatan yang membahayakan dengan yang seperti itu.”
(HR. Ibnu Majah dan Ad-Daraquthni)

🖊️ Asy-Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah berkata,
”Dharar dilakukan tanpa unsur kesengajaan, sedangkan Dhirar dilakukan dengan kesengajaan.”
(Lihat Syarh Al-Arba’in An-Nawawiyyah, hlm. 389)

✋🏻  Tentu, tak ada di antara kita insyaAllah yang menyengaja ingin tertular virus corona atau menularkannya tanpa malu.
Namun kenyataan di lapangan menunjukkan, penularan virus corona tak pandang bulu.
Sengaja atau tak sengaja, pejabat atau rakyat jelata, orang yang ditahu atau yang tak ditahu. Semuanya bisa tertular atau menularkan setiap waktu.

Kata maaf, atau “sujud sahwi” dalam kasus ini tak berlaku. Maka dari itu, kita tak boleh abai dan lalai, apalagi berlagak tahu padahal tak tahu alias sok tahu.

✒️ Saudaraku…
👉🏻 Betapa indahnya bila kita berposisi sebagai benteng keluarga dan orang-orang itu.
👉🏻 Memperhatikan protokol yang telah diimbau.
👉🏻 Berada di rumah semaksimal yang dimampu.
👉🏻 Physical Distancing (jaga jarak), memakai masker, CTPS, dan yang sejenis itu.
👉🏻 Menanggalkan sikap ego dan melepaskan kungkungan hawa nafsu. Berpijak di atas bimbingan ilmu, baik ilmiah syar’i maupun ilmiah medis selalu.

✒️ Saudaraku…
Itulah sketsa kehidupan yang harus kita hadapi tanpa kenal jemu.

Entah, sampai kapan ujian ini kan berlalu. Hanya Allah lah satu-satunya yang Mahatahu.

Ampunan dan kasih sayang-Nya senantiasa kita rindu. Dengan mengembalikan kesehatan, keamanan, dan keselamatan ke bilik kehidupan yang kita jalani penuh liku.

Semoga Allah Rabbul Alamin mengenyahkan virus corona sesingkat waktu.
Untuk kita bisa beraktifitas sebagaimana dahulu.
Shalat berjamaah di masjid yang lama dirindu.
Bersua dengan keluarga dan ikhwah yang lama tak temu.
Berbalut barakah ilahi yang dimohon dan diharapkan selalu.

رَبَّنَا أَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَتَوَفَّنَا مُسْلِمِيْنَ ..
وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه وسلم

Kamis, 7 Ramadhan 1441 H / 30 April 2020 M
Akhukum fillah Ruwaifi’ bin Sulaimi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *