HUKUM MENGAMBIL IMUNISASI ATAU VAKSINASI

💉💊 HUKUM MENGAMBIL IMUNISASI ATAU VAKSINASI

❓PERTANYAAN:
Apa hukumnya berubat sebelum terjadinya penyakit, seperti imunisasi atau vaksinasi?

Asy-Syaikh Ibnu Baz رحمه الله menjawab,

“Tidak mengapa berobat bila dikhawatirkan terjadinya penyakit karena adanya wabah atau sebab-sebab yang lain yang dikhawatirkan terjadinya penyakit karenanya.

Maka tidak mengapa mengambil obat untuk mengonsumsi penyakit yang dikhawatirkan.

🖊️ Hal ini berdasarkan sabda Nabi ﷺ dalam hadits yang sahih:

من تَصَبَّحَ بِسَبْعِ تَمَرَاتٍ مِنْ تَمْرِ الْمَدِيْنَةِ لَمْ يَضُرَّهُ سُمٌّ وَلَا سِحْرٌ

“Barangsiapa yang di waktu pagi memakan tujuh butir kurma Madinah, maka tidak akan mencelakakannya sihir ataupun racun.”
(Muttafaqun ‘alaihi dari hadits Sa’d bin Abi Waqqash).

☝🏼 Ini termasuk dalam bab menghindari penyakit sebelum terjadinya.

👉🏻 Demikian pula bila dikhawatirkan terjadi sebuah penyakit lalu dilakukan vaksinasi/imunisasi untuk melawan penyakit tersebut yang terdapat di suatu negeri atau di negeri manapun, tidak mengapa melakukan hal demikian dalam rangka mencegahnya.

🧫 Sebagaimana penyakit yang telah menimpa itu diobati, maka diobati pula penyakit yang dikhawatirkan akan menimpa.

Akan tetapi tidak boleh menggunakan jimat-jimat dalam rangka menangkal penyakit, jin atau (bahaya) mata dengki. Karena Nabi ﷺ melarang hal tersebut. Nabi ﷺ telah menerangkan bahwa hal itu termasuk syirik kecil, maka wajib berhati-hati darinya.”

(Majmu’ Fatawa wa Maqalat Ibni Baz, 6/21)

📂 https://asysyariah.com/apa-hukumnya-memberikan-vaksin-kepada-anak/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *