ADAKAH DOA KHUSUS SAAT MEMASUKI USIA 40 TAHUN?

📒 ADAKAH DOA KHUSUS SAAT MEMASUKI USIA 40 TAHUN?

❓Pertanyaan:

Mau tanya, adakah doa khusus untuk kita ketika usia telah memasuki 40 tahun? Syukran.

📒 Jawab:

“Wallahu a’lam bish-shawab, sebatas yang kami ketahui, tidak ada doa khusus ketika seseorang telah mencapai usia 40 tahun atau umur tertentu.

Adapun apa yang disebutkan dalam Al-Qur’an surah al-Ahqaf ayat 15,

حَتَّىٰٓ إِذَا بَلَغَ أَشُدَّهُۥ وَبَلَغَ أَرۡبَعِينَ سَنَةً قَالَ رَبِّ أَوۡزِعۡنِيٓ أَنۡ أَشۡكُرَ نِعۡمَتَكَ ٱلَّتِيٓ أَنۡعَمۡتَ عَلَيَّ وَعَلَىٰ وَٰلِدَيَّ وَأَنۡ أَعۡمَلَ صَٰلِحًا تَرۡضَىٰهُ وَأَصۡلِحۡ لِي فِي ذُرِّيَّتِيٓۖ إِنِّي تُبۡتُ إِلَيۡكَ وَإِنِّي مِنَ ٱلۡمُسۡلِمِينَ

“… hingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa, “Ya Rabbku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertobat kepada-Mu dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri.”

☝🏻 Doa tersebut tidak hanya dibaca ketika sudah mencapai umur empat puluh tahun, tetapi bisa dilakukan kapan saja.

Terlebih ketika seseorang ingin mengungkapkan rasa syukurnya atas nikmat yang telah Allah karuniakan kepadanya. Sebab, doa ini juga yang dibaca oleh Nabi Sulaiman alaihis salam ketika mendengar perkataan seekor semut,

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّمۡلُ ٱدۡخُلُواْ مَسَٰكِنَكُمۡ لَا يَحۡطِمَنَّكُمۡ سُلَيۡمَٰنُ وَجُنُودُهُۥ وَهُمۡ لَا يَشۡعُرُونَ ١٨ فَتَبَسَّمَ ضَاحِكًا مِّن قَوۡلِهَا وَقَالَ رَبِّ أَوۡزِعۡنِيٓ أَنۡ أَشۡكُرَ نِعۡمَتَكَ ٱلَّتِيٓ أَنۡعَمۡتَ عَلَيَّ وَعَلَىٰ وَٰلِدَيَّ وَأَنۡ أَعۡمَلَ صَٰلِحًا تَرۡضَىٰهُ وَأَدۡخِلۡنِي بِرَحۡمَتِكَ فِي عِبَادِكَ ٱلصَّٰلِحِينَ

“Wahai semut-semut, masuklah kalian ke dalam sarang-sarang kalian agar kalian tidak diinjak oleh Sulaiman dan bala tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadarinya.” Maka dia (Nabi Sulaiman) tersenyum karena senang mendengar perkataan semut tersebut, dan dia berdoa, “Ya Rabbku, berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh.”
(an-Naml: 18—19)

Wallahu a’lam bish-shawab.

(Ustadz Abu Ishaq Abdullah Nahar)
Sumber: asysyariah.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *