ANTARA SHALAT TARAWIH DI MASJID DAN DI RUMAH

🕌🏡 ANTARA SHALAT TARAWIH DI MASJID DAN DI RUMAH

❓Pertanyaan:

(1) Apabila saya telah menunaikan tarawih delapan rakaat, kemudian disuruh oleh orang tua untuk ke masjid agar dapat melaksanakan tarawih berjama’ah, bolehkah saya turuti?
(2) Apakah berdosa jika saya absen dari shalat witir disebabkan adanya pembacaan zikir-zikir antara rakaat ke-4 dan ke-5 shalat tarawih?

📝 Jawaban:

“Shalat tarawih bersama imam di masjid memiliki keutamaan yang tidak dimiliki oleh shalat tarawih yang dikerjakan sendirian di rumah.

✒️ Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ الرَّجُلَ إِذَا صَلَّى مَعَ الْإِمَامِ حَتَّى يَنْصَرِفَ حُسِبَ لَهُ قِيَامُ لَيْلَةٍ

“Sesungguhnya, apabila seseorang shalat (tarawih) bersama imam hingga selesai, akan ditulis untuknya ibadah qiyamul lail satu malam penuh.”
(HR. Abu Dawud no. 1375 dari sahabat Abu Dzar radhiallahu anhu. Syaikh Muqbil rahimahullah menilainya sahih dalam kitab ash-Shahihul Musnad no. 270)

👉🏻 Oleh karena itu, jumhur ulama berpendapat bahwa shalat tarawih berjamaah di masjid lebih afdal (utama) daripada shalat tarawih sendiri di rumah.

🕌 Maka dari itu, saran kami, hendaknya Anda shalat di masjid dengan cara mengikuti amalan-amalan yang sesuai dengan syariat.

Adapun saat jamaah masjid melakukan amalan-amalan yang tidak sesuai dengan As-Sunnah, maka jangan diikuti. Namun, sibukkanlah dengan berdoa, berzikir, atau membaca Al-Qur’an secara individu. Dengan melakukan seperti ini, dengan izin Allah, bisa menepis atau mengurangi pandangan dan tuduhan negatif.

Di samping itu juga bisa mewujudkan ketaatan kepada orang tua yang menginginkan kebaikan untuk anaknya.

🕌 Jika di daerah Anda ada pilihan masjid yang lebih baik atau lebih banyak amalan yang sesuai dengan As-Sunnah, tidak mengapa, bahkan dianjurkan untuk memilih shalat di masjid tersebut.

⚠️ Akan tetapi, jika di masjid tersebut amalan-amalan yang tidak sesuai dengan syariat sudah mendominasi atau dilakukan dengan cara cepat sehingga tidak bisa tumakninah, sementara tidak pilihan lain; dalam kondisi seperti ini dia hendaknya memilih shalat sendiri di rumah. Sampaikan dengan cara yang baik kepada orang tua tentang alasan tidak shalat tarawih di masjid, dengan tetap menjaga hubungan baik dengan masyarakat setempat.
Wallahu a’lam bish-shawab.

Ustadz Abu Ishaq Abdullah Nahar حفظه الله

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *